Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

7 Tips Merawat Mesin Cuci Yang Baik Agar Tetap Awet

Pekerjaan seorang ibu rumah tangga tidak ada habisnya, setiap hari pasti selalu ada yang ibu kerjakan contohnya mencuci baju. Tidak sedikit ibu rumah tangga sangat malas menghadapi pekerjaan yang satu ini, karena mencuci baju sering di anggap pekerjaan yang paling menyebalkan, apalagi pakaian yang akan di cuci terkena noda bandel dan menumpuk.

Adanya mesin cuci dapat meringankan pekerjaan ibu dalam mencuci baju, ibu tidak perlu capek-capek mengucek baju, karena dengan menggunakan benda elektronik satu ini mencuci baju jadi cepat terselesaikan. Namun tahukah ibu, berhubung mesin cuci merupakan benda eletronik yang sering dipakai.

Sehingga para bunda harus mengetahui cara merawat mesin cuci yang benar agar tetap awet. Karena apabila faktor perawatan diabaikan mesin berpotensi menjadi cepat rusak yang dapat mengganggu kinerjanya, dibawah ada informasi cara perawatan mesin cuci.

Advertisement

7 Tips Merawat Mesin Cuci Yang Baik Agar Tetap Awet

7 Tips Merawat Mesin Cuci Yang Baik Agar Tetap Awet

1. Penempatan mesin cuci yang benar

Ternyata menempatkan mesin cuci di tempat yang salah, bisa menjadi salah satu penyebab mesin cuci cepat rusak loh!, lantas bagaimana cara menempatkan mesin cuci yang benar?

  • Simpan mesin cuci di tempat yang benar-benar kering, hindari penyimpanan mesin cuci di tempat yang lembab, karena dapat mempercepat kerusakan mesin cuci.
  • Pastikan permukaan tempat mesin cuci diletakkan di tempat yang datar dan tidak miring.
  • Pastikan beri sedikit ruang pada ventilasi mesin cuci, agar suhunya tetap stabil selama bekerja. Serta hindari penempatan mesin cuci yang terlalu dekat dengan dinding atau benda lainnya.
  • Letakkan mesin cuci di tempat yang teduh, tetapi masih mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara yang baik, hindari penempatan mesin cuci yang terpapar sinar matahari secara langsung.
  • Jauhkan penempatan mesin cuci dari jangkauan anak-anak.

2. Perhatikan kapasitas mesin cuci

Setiap mesin cuci memiliki kapasitas yang sudah di tentukan, maka hindari mencuci pakaian kotor melebihi kapasitas mesin cuci, karena beban yang terlalu besar dapat memicu kerusakan pada motor penggerak mesin. Selain itu, mencuci jauh lebih sedikit dari kapasitas mesin juga tidak dianjurkan, karena akan menyebabkan kinerja mesin cuci jadi tidak maksimal dan  kotoran dari pakaian akan terhambat, sehingga pakaian tidak dapat tercuci dengan baik.

Jangan membiasakan menyimpan baju terlalu lama di dalam mesin cuci, apalagi baju yang sudah direndam di dalam air karena dapat merusak kualitas mesin cuci anda, kemudian hindari membuka pintu atau memasukkan benda ke dalam mesin ketika mesin sedang beroprasi.

3. Cabut colokan mesin cuci setelah selesai digunakan

Mungkin sebagian orang tidak menyadari, bahwa membiarkan colokan mesin cuci tetap terhubung dengan listrik setelah di gunakan bisa berakibat fatal, karena kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan mesin cuci anda cepat rusak.

Ketika terjadi pemadaman listrik, voltase alat elektronik anda akan menjadi tidak stabil. Kondisi  ini dapat menyebabkan terjadinya korslet sehingga alat elektronik anda jadi mudah rusak. Untuk menghindari hal tersebut, selalu melepas colokannya dari sambungan listrik ketika sudah di pakai, agar mesin cuci tetap awet dan tidak cepat rusak.

4. Atur pengaturan mesin cuci sesuai jenis pakaian

Semua mesin cuci memiliki mode pencucian sesuai dengan jenis pakaian yang akan dicuci, dengan memilih mode pencucian yang tepat sesuai yang di terapkan, maka akan mempermudah kinerja mesin cuci anda. Selain akan membuat kualitas pakaian tetap terjaga dengan baik, dan mesin cuci juga akan terhindar dari kerusakan.

Contohnya pada mesin cuci top loading satu tabung atau front loading, yang harus anda perhatikan adalah pengaturan mode pencucian, seperti mode quick wash pencucian dalam waktu singkat, delicate atau handwash digunakan untuk mencuci pakaian yang rapuh, atau jeans untuk mencuci pakaian berbahan jeans.

5. Jangan mematikan paksa timer mesin cuci

Mesin cuci 2 tabung maupun 1 tabung sama-sama di lengkapi pengaturan waktu otomatis, mesin cuci 2 tabung memiliki timer berbentuk kenop yang bisa diputar searah jarum jam, sedangkan mesin cuci 1 tabung top loading atau tabung depan, pengaturan timer yang disediakan sudah otomatis.

jangan pernah mematikan paksa timer mesin cuci yang masih beroperasi, biarkanlah mesin cuci bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, bila timer selalu dimatikan secara paksa, bisa dipastikan sistemnya akan mudah rusak.

6. Bersihkan sisa deterjen

Setiap selesai menggunakan mesin cuci, jangan lupa bersihkan mesin cuci dari sisa-sia deterjen, pelembut, maupun pemutih pakaian yang masih menempel di sela-sela tabung menggunakan air bersih. Selanjutnya bersihkan kotoran yang masih menempel menggunakan kain lap, lalu lap tabung maupun filter mesin cuci dengan kain lap kering tersebut.

Melakukan cara membersihan mesin cuci ini dengan rutin dapat menjaga kebersihan mesin cuci, bahkan mesin cuci akan tetap awet dan tidak mudah rusak.

7. Lindungi panel kontrol mesin cuci

Mesin cuci top loading satu tabung atau front loading, memiliki panel kontrol berbentuk tombol. Panel kontrol tersebut merupakan bagian vital, jika terkena air akan menyebabkan korsleting di bagian panel,  sehingga dapat menyebabkan mesin cuci cepat rusak bahkan bisa memicu kebakaran.

Itulah tips merawat mesin cuci yang benar dengan tujuan agar mesin dapat digunakan dalam jangka waktu lama yang tentu saja akan menghemat pengeluaran daripada harus membeli mesin cuci baru.

Foto: pixabay.com

Leave a Reply