Syafaat Anak Kecil Yang Meninggal Sebelum Baligh

Apakah bayi atau anak yang belum baligh meninggal dapat menjadi penolong bagi orang tuanya?

Ketika sepasang suami istri diberikan ujian yaitu dengan kehilangan anak yang kita sayang ( meninggal dunia ) , itu semata-mata bukan Allah S.W.T telah membenci kita justru itu bukti rasa sayang Allah terhadap hambanya. Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Allah S.W.T memberikan pahala istimewa bagi para orang tua yang anaknya meninggal sebelum baligh, dengan syarat orang tua tetap bersabar dan ridha kepada keputusan Allah S.W.T.

Yang dimaksud dengan bayi atau anak kecil adalah anak yang belum baligh, batasannya mungkin sekitar 10 tahun. Sedang dalam ilmu fikih, yang disebut belum baligh, bagi perempuan sebelum haid, dan bagi lelaki belum pernah mengalami ihtilam (mimpi basah).

Advertisement

Bayi atau anak yang belum baligh di lahirkan suci dan bersih, kelak di akhirat nanti ia dapat menjadi penolong bagi kedua orang tuannya dengan izin Allah S.W.T. Dengan catatan kedua orang tua tersebut masih berada dalan jalan islam contohnya menunaikan sholat wajib 5 waktu.

Dan  ketika kedua orang tuanya telah menyimpang dari jalan islam misalnya orangtuanya telah meninggalkan shalat lima waktu hingga ajalnya tiba, maka pertolongan itu akan batal dengan sendirinya.

Syafaat Anak Kecil Yang Meninggal Sebelum Baligh

Syafaat Anak Kecil Yang Meninggal Sebelum Baligh

https://pixabay.com

Di samping para malaikat dan Hurul-aini (bidadari syurga), maka anak-anak yang meninggal dunia sebelum baligh, juga menyambut kedatangan ibu bapanya di pintu syurga.

Sabda Rasullulah SAW yang bermaksud : “Ketika aku mikraj ke langit, tiba-tiba aku mendengar suara kanak-kanak. Aku bertanya : “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab: “Mereka adalah anak cucu orang Islam yang meninggal dunia sebelum baligh. Mereka itu diasuh oleh Nabi Ibrahim AS sampai orang tuanya datang.” (HR. Abu Daud)

Anak-anak orang Islam yang meninggal dunia pada waktu kecil, dia alam Barzakh dia dikumpulkan pada suatu tempat di bawah penjagaan Nabi Ibrahim as. Setelah kiamat tiba, mereka langsung dipindahkan ke dalam syurga. Jadi mereka tidak melalui Mahsyar, Hisab, Mizan dan sebagainya.

Sabda Rasullullah SAW yang bermaksud : “Tiap-tiap anak orang Islam yang mati sebelum baligh akan dimasukkan ke dalam syurga dengan rahmat Allah S.W.T.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah dipindahkan ke dalam syurga, maka anak-anak kecil ini lupa kepada kehidupan dunia. Mereka lupa kedua ibu bapanya, lupa kepada kampung halamannya dan sebagainya. Tiba-tiba pada suatu hari, ketika mereka sedang bermain-main menikmati kesenangan syurga.

Maka ada malaikat yang memberitahukannya: “Wahai Wildan, lupakah kamu kepada kedua orang tuamu? Sekarang mereka sudah berada di pintu syurga. “Ketika itulah baru mereka tahu dan ingat kembali kepada ayah bunda mereka yang selama ini mereka lupakan.

Mendengar apa yang dikatakan oleh malaikat itu, dalam keadaan menangis dan membawa air dengan segera mereka berlari menuju ke pintu syurga. Sesampainya di sana, mereka melihat Hurul-aini sedang tegak berbaris sepanjang jalan dengan memakai pakaian dan perhiasan yang serba indah.

Setelah pintu syurga terbuka, dengan diiringi nyanyian merdu Hurul-aini, maka orang-orang pun berebut masuk ke dalamnya, dan ketika itulah anak-anak kecil ini sibuk mencari kedua ibu bapanya.

Mereka mencari ke sana ke mari, tetapi tidak berjumpa. Sambil menangis dan memegang air di tangan maka pergilah mereka kepada malaikat serta bertanya: “Wahai malaikat, mana ayah dan ibu kami?”

Menjawab malaikat: Wahai Wildan, sungguh malang nasib kamu, kedua orang tua kamu terjatuh ke dalam neraka.” Mendengar ungkapan yang demikian itu, maka anak kecil tadi menangis sejadi-jadinya, menangis mengiba dengan ratapan yang menyayat hati: “Wahai ibuku, wahai ayahku,apakah kesalahanmu, apakah dosamu sehingga kamu terjatuh ke dalam neraka? Begitulah ratapan mereka.

Berkata Malaikat: “Wahai wildan jangan menangis, pergilah kamu memohon bantuan kepada Nabi Muhammad SAW.” Setelah anak kecil ini mengadu kepada Nabi Muhammad SAW, maka Nabi Muhammad pun mengangkat kedua tangannya berdoa, lalu dikeluarkanlah orang-orang mukmin yang berda dalam neraka itu.

Inilah syafaat Nabi Muhammad SAW yang ketiga diakhirat, petama pada waktu ditimbang antara dosa dan pahala, yang kedua pada waktu meniti Shiratul Mustaqim yang ketiga ketika mengeluarkan orang dari dalam neraka. Maka ketika itu bertemulah antara anak-anak kecil tadi dengan kedua orang tuanya dengan perasaan gembira.

Firman Allah SWT yang maksudnya : “Pada hari itu mereka berjumpa dengan perasaan gembira. ” (Ad-Dahr: 11)

Menurut Hadits Qudsi:
Allah S.W.T berfirman pada hari kiamat kepada anak-anak:
Masuklah kalian ke dalam surga!”
Anak-anak itu berkata: “Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami
masuk.”
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah
berfirman lagi: “Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian
kedalam surga!”
Mereka menjawab: “Tetapi (bagaimana) orang tua kami?” Allah pun berfirman:
“Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian.

(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua�ah yang bersumber dari
sahabat Nabi SAW)

Maksud hadits diatas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang terjadi pada hari kiamat di padang masyar. Gambaran ringkas dari peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:

  1. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari, berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
  2. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi selama di alam Masyar itu, demikian menurut beberapa Hadits.
  3. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
  4. Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang Masyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat menitishirat yang pertama.

Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki surga. Tetapi mereka memohon syafaat (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk surga
bersama orang tua mereka.

Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla dan qadar Allah.

Leave a Reply