Berita Bulutangkis Bulu Tangkis Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa?

Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa?

Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa
1. Memilih jenis olahraga yang tepat – Jenis olahraga yang dianjurkan adalah olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang, misalnya berjalan kaki, yoga, atau bersepeda santai. Olahraga ini dapat dilakukan selama sekitar 30 menit dengan frekuensi 3-5 kali seminggu.

Olahraga apa yang bagus saat puasa?

www.unesa.ac.id Unesa.ac.id, SURABAYA-Berolahraga saat puasa tidak bisa sembarang. Niatnya bugar, malah nanti bisa berakibat fatal, baik bagi tubuh maupun puasa itu sendiri. Karena itu, ada baiknya mempertimbangkan beberapa rekomendasi waktu dan jenis olahraga yang cocok saat puasa.1.

Waktu Olahraga Dosen FakultasI lmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kunjung Ashadi menyatakan, terkait waktu olahraga saat puasa, ada beberapa rekomendasi yang bisa dipilih. Pertama, sebelum buka puasa atau sekitar satu jam sebelum waktu berbuka. Estimasinya, ketika olahraga selesai bertepatan dengan waktu berbuka.

Sehingga cairan tubuh dan tenaga yang berkurang bisa segera terganti. Kedua, setelah buka puasa atau setelah tarawih. Waktu ini bisa jadi pilihan karena kondisi tubuh kembali pada performa semula. Sehingga tidak perlu takut lemas atau kelelahan. Karena cairan tubuh yang keluar bisa segera tergantikan langsung saat atau setelah berolahraga.

Upayakan menghindari olahraga satu jam sebelum waktu tidur. Karena badan capek takutnya nanti malah tidak bisa tidur,” ujarnya. Ketiga, sebelum sahur. Bagi yang bisa bangun lebih awal bisa melakukan olahraga pada waktu ini sembari menunggu tersajinya santapan sahur. Olahraga waktu ini bisa bikin fresh saat melaksanakan salat subuh dan melakukan aktivitas pagi bahkan hingga sore.

“Semua kembali ke masing-masing individu sih. Kapan pun sempatnya yang penting olahraga, bisa sore, bisa setelah tarawih pun bisa sebelum sahur,” tandasnya.2. Jenis Olahraga Olahraga apa saja yang bisa dilakukan saat puasa? Tentu tidak semua olahraga bisa dilakukan, kata pria yang merupakan pelatih cabor renang JawaTimur itu.

Ada beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan saat berpuasa. Pertama, olahraga melatih jantung atau kardio. Nah, ini bisa dengan joging, jalan cepat hingga bersepeda. Berenang tentu tidak dianjurkan saat puasa, karena beresiko membatalkan puasa. “Setelah buka puasa atau sebelum sahur, gak apa-apa kalau mau renang, asal jangan saat puasa, karena berpotensi masuknya air di dalam tubuh dan bisa membatalkan puasa,” tuturnya.

Kedua, latihan kekuatan. Olahraga yang masuk kategori ini bisa dengan push up, sit up, back up, plank, squat dan lain sebagainya. Mengapa ini dilakukan? agar tetap bugar dan sehat selama puasa. Badan pun bagus. “Sehingga tidak minder nanti kalau ketemu keluarga atau banyak orang saat hari raya atau lebaran,” ujarnya.

Etiga, latihan kelenturan. Ini bisa dengan yoga, pilates ataupun latihan kelenturan sederhana seperti cium lutut atau menggerakan anggota tubuh sesuai ruang sendi agar badan makin luwes dan tidak mudah cidera. Menurutnya, semakin tambah usia seseorang, tingkat kelenturan otot semakin berkurang, sehingga rawan mengalami cidera atau sakit pada bagian otot tertentu.

Untuk mengantisipasinya bisa dengan olahraga atau latihan kelenturan otot. Sebagai tambahan, bagi usia lanjut, direkomendasikan juga melakukan latihan keseimbangan, seperti berdiri satu kaki, berjalan pada satu garis luru satau bisa juga dengan latihan gym ball. 3. Durasi Olahraga Olahraga saat puasa sangat bergantung pada kondisi masing-masing orang. Namun, direkomendasikan dilakukan 3-5 kali dalam seminggu dengan durasi tiap latihan antara 30-50 menit. Sesuai rekomendasi WHO, total waktu olahraga dalam seminggu sekitar 150 menit.

Olahraga untuk kesehatan tidak direkomendasikan dilakukan setiap hari. Saat berolahraga tubuh mengalami aktivitas berat. Jika tanpa hari jedah, sel-sel otot bisa mengalami kerusakan. Agar regenerasi sel atau perbaikan otot berjalan dengan baik, tubuh butuh melakukan istirahat atau recovery agar kondisinya pulih serta siap untuk mengikuti sesi latihan berikutnya.

“Olahraga atau latihan yang berlebihan beresiko meningkatkan overtraining. Apabila hal ini terjadi dalam jangka panjang maka bisa meningkatkan risiko kematian,” tandasnya lagi.4. Pola Makan Selain itu, Lutfhi Abdil Khuddus, dosen FakultasI lmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surabaya menyebutkan beberapa tips lain untuk menjaga kebugaran, yaitu menyiapkan makanan dengan gizi yang seimbang, istirahat cukup, tidak merokok, dan minum alkohol.

Dianjurkan untuk minum minuman hangat terlebih dahulu. Sebab air hangat dapat lebih cepat mengembalikan suhu tubuh, sehingga organ di lambung dapat dapat beradaptasi dengan baik setelah lama tidak makan dan minum. Selain itu juga dianjurkan untuk makan dan minuman yang manis, karena dapat mengembalikan energi yang sudah terbuang selama seharian berpuasa.

“Selain itu dalam ajaran agama Islam pun, Rasulullah SAW. menganjurkan berbuka puasa dengan yang manis, misalnya kurma,” kata pria yang tergabung dalam Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) itu. Penulis: Tim Humas Editor: @zam* Sumber foto: *Karolina Grabowska/https://www.pexels.com/photo/purple-dumbbells-in-hands-of-positive-sportswoman-4498294/

You might be interested:  Apa Manfaat Mengunyah Permen Karet Saat Olahraga?

Apakah boleh jika puasa berolahraga?

Hukum Olahraga saat Puasa, Simak Penjelasan Kemenag Jatim Ini Rek Surabaya – Olahraga menjadi aktivitas yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Saat pandemi COVID-19, sebagian orang bahkan semakin giat berolahraga untuk menjaga imun dan metabolisme tubuh.

Pada bulan Ramadan, puasa tidak menghalagi aktivitas olahraga. Anda tetap bisa berolahraga pada waktu yang tepat. Hal itu juga diamini oleh Kasi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur (), H AW Evendi Anwar. “Ya enggak apa-apa olah raga saat puasa, malah lebih bagus. Kalau habis makan (sahur) langsung tidur malah jadi penyakit,” kata Evendi saat dihubungi detikJatim, Rabu (13/4/2022).

ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Menurut Evendi, olahraga saat puasa sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat. Itu disesuaikan dengan kekuatan masing-masing orang. Misalnya setelah sahur atau jelang berbuka. Selain itu, boleh dilakukan, asal tidak membuat orang tersebut kehabisan energi atau dehidrasi.

  1. Sehingga, orang yang berolahraga harus memastikan bahwa dirinya memiliki cukup energi sebelum berbuka, serta jangan terlalu berlebihan.
  2. Alau berlebihan hingga membuat orang enggak kuat puasa dan dehidrasi, ya jangan, itulah yang harus dihindari,” ujar Evendi.
  3. Dia menambahkan, aktivitas fisik saat Ramadan juga dilakukan Rasulullah bersama sahabat.

Contohnya saat perang badar yang terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 hijriah. “Itu juga tahun di mana puasa pertama kali diwajibkan. Jadi harusnya puasa justru membuat semangat kita semakin tinggi karena bercermin dari Rasulullah,” pungkas Evendi. Simak Video ” Semangat Leo Rolly untuk BNI Sirkuit Nasional 2023 ” (hse/dte) : Hukum Olahraga saat Puasa, Simak Penjelasan Kemenag Jatim Ini Rek

Apakah lari bisa membatalkan puasa?

Halodoc, Jakarta – Seharusnya puasa bukanlah halangan untuk kamu berolahraga. Dengan menyiasatinya waktu dan jenis olahraga yang dilakukan, maka olahraga akan semakin memaksimalkan manfaat puasa. Terlebih untuk kamu yang juga sedang berniat menurunkan berat badan saat puasa, olahraga juga bisa menjadi kuncinya.

Joging saat puasa adalah salah satu pilihan olahraga ringan yang bisa kamu pilih. Sayangnya joging saat puasa ini juga tidak boleh dilakukan sembarangan, sebab ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Jika dilakukan sembarangan, joging bisa memicu dehidrasi dan mengganggu aktivitas berpuasa kamu di bulan Ramadan.

Baca juga: Jelang Puasa, Ingat-Ingat Olahraga Ini Bila Ramadan Tiba

Apakah boleh berolahraga setelah sahur?

KOMPAS.com – Sebagian orang mengurangi aktivitas olahraga saat berpuasa, Hal itu karena ketika berpuasa dari pagi hingga sore, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sama sekali. Karena hal tersebut, tidak sedikit orang yang kesulitan menyesuaikan jadwal berolahraga.

Padahal, rutin olahraga di bulan Ramadhan membantu tubuh tetap fit ketika menjalani ibadah puasa, Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, SpKO, puasa seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berolahraga. Baca juga: Olahraga Setelah Sahur Baik Dilakukan di Bulan Puasa, Ini Kuncinya “(Selama) Puasa jangan sampai hanya jadi kaum rebahan agar manfaat kesehatannya lebih optimal,” katanya saat live Instagram bertajuk “Tetap Fit Saat Puasa, Ini Rahasianya!” bersama Amazfit Indonesia Official, Selasa (19/04/2022).

Tak perlu bingung menentukan kapan waktu berolahraga di bulan puasa. Ada pilihan waktu yang cukup bervariasi, salah satunya adalah setelah makan sahur, Dokter Andhika mengatakan kita juga bisa berolahraga di waktu setelah sahur ketika tubuh masih memiliki banyak cadangan energi.

Lari di treadmill di dalam ruangan Jalan santai Sit up dan push up Bersepeda santai (kecepatan di bawah 5 meter per jam) Latihan beban ringan Yoga Taichi

Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa freepik Ilustrasi manfaat olahraga saat puasa.

Aktivitas apa yang membatalkan puasa?

1. Makan dan Minum dengan Sengaja – Sumber Gambar: Pexels Hal utama saat puasa adalah menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan dan haus. Hal yang membuat batal puasa adalah makan dan minum dengan sengaja. Jika kita makan dan minum dengan tidak sengaja karena lupa, maka tidak apa-apan. Namun, makanan dan minuman yang tersisa di mulut, harus segera dikeluarkan.

Bolehkah membatalkan puasa karena ragu?

Sehingga niat membatalkan puasa, selama masih di tahap ragu-ragu, maka tidak sah (tidak bisa) membatalkan puasa. Ketiga, hadis-hadis tentang pemaafan Allah atas kesalahan yang diucapkan oleh jiwa selama tidak diucapkan lisan atau dilaksanakan.

Berapa km boleh membatalkan puasa?

Ilustrasi. Bagaimana puasa di bulan Ramadan bagi seorang musafir atau yang sedang dalam perjalanan jauh? (CNN Indonesia/Andry Novelino) Jakarta, CNN Indonesia – Kaum musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh menjadi salah satu yang mendapat keringanan untuk tidak menjalankan puasa Ramadan,

  1. Mengapa demikian dan bagaimana hukumnya? Mereka yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa adalah ibu hamil dan menyusui, orang sakit, orang tua yang sudah tidak mampu puasa dan juga kaum musafir.
  2. Etua Tanfidziyah PBNU, Gus Ahmad Fahrurrozi mengatakan musafir boleh tidak berpuasa jika sudah menempuh jarak yang telah diperbolehkan untuk meng-qashar salat atau meringkas jumlah rakaat salat.
You might be interested:  Cara Melakukan Servis Bulu Tangkis Yang Benar?

Artinya perjalanan yang dilakukan orang tersebut sudah cukup jauh dan jika dihitung mencapai 16 farsakh atau sekitar 90 kilometer. “Itu jarak yang biasanya membuat para musafir mengalami kelelahan dan kepayahan,” kata Fahrurrozi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (12/4).

Meski demikian, sebenarnya para musafir ini tetap diwajibkan puasa, tetapi dia diizinkan membatalkan puasa jika dirasa perjalanannya terlalu berbahaya kalau ditempuh sambil berpuasa. Namun karena sifatnya masih wajib, maka musafir tetap harus membayar utang atau meng-qadha puasa di kemudian hari. “Hukum puasanya tetap wajib, tapi ada keringanan untuk tidak puasa bagi musafir dan yang tidak mampu berpuasa,” tambah Fahrurrozi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa para musafir diberi pilihan untuk menentukan apa yang sekiranya baik dan lebih mudah untuk mereka. Jika berpuasa dirasa lebih baik, maka dianjurkan untuk tetap. Namun kalau lebih mudah saat berbuka atau tidak puasa, maka diperbolehkan.

Bolehkah lari jam 6 pagi?

10 Manfaat Lari Pagi yang Baik untuk Kebugaran dan Pahami Waktu yang Tepat | merdeka.com Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa Ilustrasi lari. Shutterstock/l i g h t p o e t Merdeka.com – cukup banyak. Lari pagi bisa menjadi olahraga untuk menyambut hari dengan lebih bersemangat. Udara yang masih segar dan ringan dari polusi akan menambah semangat lari pagi. Apalagi lari menjadi salah satu olahraga yang banyak digemari dan tidak membutuhkan banyak biaya.

  • Selain mudah dilakukan, lari pagi memiliki segudang manfaat.
  • Baik untuk kesehatan maupun kecantikan.
  • Lari di pagi hari hendaknya dilakukan saat bangun tidur.
  • Arena efeknya akan membantu tubuh dalam membakar kalori lebih banyak sepanjang hari.
  • Sejumlah penelitian menyebut lari sekira jam 6-8 pagi akan menurunkan tekanan darah.

Sementara lari di jam 7 pagi akan membantu membuat tidur lebih nyenyak. Jika Anda khawatir bangun kesiangan, jam 10 pun masih baik untuk dilakukan. Selama kondisi udara masih bersih. Setidaknya lakukan selama 12 menit atau lebih. Diketahui tujuan utama lari pagi untuk mempertahankan tempo gerakan, tanpa menyebabkan banyak ketegangan. Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa ©2012 ittybitsofbalance.com Kualitas Tidur jadi Lebih Baik Banyak studi yang menunjukkan bahwa lari pagi mampu meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik. Seperti dalam jurnal Vascular Health and Risk Management, tim peneliti menemukan bahwa lari pagi berkontribusi lebih banyak untuk membuat tidur lebih nyenyak.

Dibanding olahraga di sore atau malam hari. Selain itu, studi dari Sleep Medicine 2017, olahraga pagi begitu baik untuk meningkatkan kualitas tidur. Terutama bagi orang-orang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Menjaga Kesehatan Paru-paru Meski merasa lelah atau ngos-ngosan, siapa sang manfaat lari pagi itu baik untuk menjaga kesehatan paru-paru.

Kondisi pagi dengan oksigen yang tinggi dan udara masih bersih. Terlebih saat berlari, tubuh akan membutuhkan lebih banyak oksigen. Dengan meningkatkan frekuensi napas dan terhiruplah lebih banyak udara kaya oksigen. Hal sederhana ini yang akan membuat paru-paru lebih sehat. www.grouponworks.com Menjaga Kesehatan Jantung Manfaat lari pagi berikutnya yaitu menjaga kesehatan jantung. Kondisi yang membuatnya bekerja optimal dalam memompa darah. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen bagi otot-otot yang digunakan untuk berlari.

Apalagi dilakukan pagi hari, sehingga sejak memulai hari jantung sudah terlatih untuk terus bekerja dengan baik. Lebih sehat dibanding yang tak terlatih. Lari pagi akan bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah akibat endapan kolesterol jahat. Menjaga Kesehatan Otot dan Kekuatannya Otot menjadi bagian penting tubuh, yang bila dipacu dengan taraf tertentu dan teratur.

Maka akan semakin baik pula untuk meningkatkan kemampuannya.Saat otot-otot digunakan berlari pagi setiap hari, maka ia akan beradaptasi. Kemudian otot membentuk massa yang lebih padat, lebih banyak menyimpan cadangan energi, serta lebih kuat dari sebelumnya.3 dari 4 halaman Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Pressmaster Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Olahraga pagi terkenal mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan memicu pertumbuhan sel-sel pertahanan tubuh. Hal itu berimbas pada pembentukan sel imun yang baik. Meningkatnya imun akan membantu tubuh dalam menangkal virus, bakteri, parasit, jamur, dan patogen berbahaya lain yang membuat seseorang sakit.

Selain itu, manfaat lari pagi setiap hari berdampak baik untuk mengurangi risiko kepikunan atau demensia saat tua kelak.Lantaran lari pagi bisa meningkatkan fungsi otak dalam berkonsentrasi dan daya ingatnya kuat. Meningkatkan Energi

You might be interested:  Apa Arti Doping Dalam Sepak Bola?

Manfaat lari pagi sejatinya mampu meningkatkan stamina dalam menjalani aktivitas seharian penuh. Otak menjadi lebih fokus dan menghasilkan energi yang lebih tinggi. Saat lari pagi, tubuh melepaskan hormon yang disebut endorfin. Ini akan membantu membakar semangat dan membuat aura percaya diri lebih positif. Kemudian membuat Anda lebih segar selesai berlari.4 dari 4 halaman Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Puasa Shutterstock/Antonio Guillem Mencegah Jerawat Penyebab munculnya jerawat bukan hanya disebabkan oleh kotoran yang menumpuk. Sejumlah aktivitas dan kondisi psikis acap kali ikut memperparah. Manfaat lari pagi untuk kecantikan salah satunya bisa mencegah jerawat.

Karena kondisi tubuh yang lebih rileks, baik untuk otak dan tubuh. Stres yang berkurang akan meningkatkan produksi hormon endorfin dan minyak tubuh menjadi lebih stabil. Mencegah Penuaan Dini Manfaat lari pagi untuk kecantikan selanjutnya ialah membantu mencegah penuaan dini. Tak sedikit wanita berusia 20-an mengeluhkan munculnya keriput di sekitar mata dan dahi.

Pengeriputan juga bisa ditandai dengan bertambahnya usia dan dampak radikal bebas, karena terlalu banyak aktivitas yang terpapar polusi. Tak perlu khawatir, lari pagi secara rutin bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari keriput. Kulit yang keriput umumnya disebabkan oleh produksi kolagen yang menurun.

Dengan berolahraga, akan membantu elastisitas dan sehatnya kulit tetap terjaga. Kulit Jadi Lebih Cerah Jika Anda ingin mendapatkan manfaat vitamin E dari sinar matahari, namun takut kulit menjadi kusam. Pastikan untuk mengoleskan anti UV atau krim tabir surya. Meski begitu, ada manfaat lari pagi yang jarang diketahui yakni membuat kulit jadi lebih cerah.

Karena membantu sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Sirkulasi darah yang lancar ini akan membawa banyak dampak positif untuk kulit. Sehingga suplai oksigen dan nutrisi kulit tercukupi dengan baik. Sehingga kulit jadi lebih lembap secara alami. : 10 Manfaat Lari Pagi yang Baik untuk Kebugaran dan Pahami Waktu yang Tepat | merdeka.com

Sebelum lari pagi harus apa?

30 September 2022 – 01:41 WIB Tribratanews.polri.go.id – Jika kamu ingin memulai rutin berolahraga dengan minim budget dan mudah dilakukan, jawabannya adalah berlari. Olahraga lari bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, misalnya saja bisa lari sekitar rumah atau kompleks.

Amis, (29/09/22). Karena manfaat lari pagi sangat luar biasa. Namun, ada hal yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan olahraga lari pagi yang harus mempersiapkan beberapa hal. Dalam persiapan tersebut akan berguna supaya kamu bisa memperoleh manfaat lari pagi dengan maksimal. Meski begitu, perlu diingat bahwa kita juga harus mempersiapkan beberapa hal sebelum melakukan olahraga pagi.

Persiapan ini berguna supaya kita bisa mendapatkan manfaat lari pagi dengan maksimal untuk kesehatan kita. Berikut Beberapa Persiapan Yang Harus Dilakukan Sebelum Berolahraga Pagi : 1. Bangun Tidur Lebih Awal dan Sarapan Semakin pagi memulai sarapan, semakin cepat kita juga bisa memulai olahraga lari pagi.

  1. Penting untuk diingat bahwa kita baru bisa lari pagi setidaknya satu jam setelah sarapan.
  2. Saat sarapan, konsumsi makanan yang tidak terlalu berat, misalnya roti tawar gandum, susu rendah lemak, jus tanpa gula, atau pisang.
  3. Sarapan ringan dalam jumlah sedikit sudah cukup menjadi “bahan bakar” untuk lari pagi.

Jangan lupa untuk minum air putih.2. Lakukan Pemanasan Lari pagi membutuhkan waktu pemanasan yang lebih lama dibanding lari pada sore hari karena otot masih dalam keadaan kaku selepas tidur malam. Mulailah pemanasan dengan berjalan kaki dan mengangkat lengan ke atas untuk mempercepat detak jantung.

Lalu dilanjutkan dengan bernapas dalam menggunakan otot dada dan perut. Setelah lima menit, putar pergelangan kaki, lutut, dan kepala supaya persendian juga tidak kaku.3. Pilih Rute yang Bebas Polusi Tidak apa-apa jika ingin berganti rute setiap lari pagi untuk menghindari kebosanan. Namun, pastikan area itu bebas polusi atau setidaknya tidak terlalu ramai dilalui oleh kendaraan bermotor pada pagi hari.

Lari pagi sebaiknya dilakukan di sekitar area rumah, misalnya di taman terdekat. Untuk mendapatkan manfaatnya, jadikan lari pagi sebagai latihan rutin, misalnya 25 menit per hari selama lima hari dalam satu minggu.4. Kombinasikan Latihan Untuk membuat lari pagi semakin menantang, kita juga bisa mengombinasikannya dengan latihan beban untuk membentuk otot.

  1. Saat lari pagi, kita juga bisa berhenti sejenak dan melakukan push-up atau sit-up selama 15 hingga 20 detik.
  2. Lakukan sebanyak tiga kali dalam aktivitas lari pagi.
  3. Hindari melakukannya lebih dari itu karena bisa saja membuat kita cedera.5.
  4. Pendinginan Tubuh masih membakar kalori ketika kita berhenti lari pagi, apalagi jika melakukan sprint atau lari cepat.

Untuk menyesuaikan tubuh dari olahraga ke fase istirahat, kita sebaiknya melakukan pendinginan, misalnya dengan berjalan kaki.

Related Post