Berita Bulutangkis Info Bulu Tangkis Apa Yang Terjadi Jika Jarang Melakukan Olahraga?

Apa Yang Terjadi Jika Jarang Melakukan Olahraga?

Apa Yang Terjadi Jika Jarang Melakukan Olahraga
Jangan Malas Berolahraga Ya.!!! – 9 September 2017 yang jatuh pada hari Sabtu, kita memperingati Hari Olahraga Nasional. Bermula pada pembukaan PON 1 yang diadakan di Kota Praja Surakarta, 9 September 1948, kemudian ditetapkan bahwa tanggal 9 September adalah hari olahraga nasional atau disingkat HAORNAS.

  1. Dicanangkannya Haornas tentunya bukan hanya untuk peringatan saja tentunya, tetapi juga untuk mengajak masyarakat Indonesia mencintai olahraga.
  2. Seperti diketahui, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari olahraga, dan semuanya bisa dimasukkan dalam 1 kata besar, yaitu kesehatan.
  3. Yaaa, manfaat akhir yang pasti dirasakan dari rajin berolahraga adalah kesehatan kita.

Telah banyak penelitian, artikel, atau pernyataan ahli yang menjelaskan manfaat olahraga bagi kehidupan manusia. Bila rajin berolahraga akan berdampak positif bagi kesehatan kita, maka sebaliknya, kurang berolahraga atau sama sekali tidak pernah berolahraga berdampak sangat tidak baik bagi kita.

  1. Apa saja dampak negative bila kita jarang atau tidak pernah berolahraga? Berikut sedikit uraiannya.1.
  2. Badan menjadi kurang fit Efek samping dari kurang olahraga yang pertama adalah badan kita akan menjadi terasa kurang fit.
  3. Padahal, badan yang fit dan juga segar bugar merupakan kunci dari segala aktivitas yang kita lakukan setiap hari.

Ketika badan kita terasa kurang fit dan juga kurang segar, maka tentu saja hal ini akan membuat setiap aktivitas yang kita jalan tiap harinya akan menjadi sangat membosankan dan juga tidak menarik. Hal ini pun akan berdampak, terutama bagi anda yang sedang berad dalam masa produktif, karena berdampak pada menurunnya produktivitas kerja, Sulit mengerjakan segala sesuatu secara optimal, menjadi tidak bersemangat dalam melakukan berbagai macam aktivitas.2.

  • Daya tahan tubuh menurun Olahraga sangat berkaitan dengan metabolism tubuh.
  • Ketika kita melakukan olahraga secara rutin dan juga teratur, maka hal ini akan membuat metabolism tubuh kita akan menjadi terjaga dengan baik.
  • Nah, metabolism tubuh ini, sangat berkaitan erat dengan daya tahan tubuh kita.
  • Daya tahan tubuh yang baik akan diperoleh ketika kita rajin dan juga rutin melakukan olahraga.

Sebaliknya, ketika kita jarang melakukan gerakan olahraga, maka hal ini akan membaut daya tahan tubuh kita pun menjadi menurun, dan menyebabkan banyak gangguan kesehatan. Paling tidak ketika daya tahan tubuh kita menurun, kita akan menjadi mudah terserang penyakit, baik penyakit ringan, seperti batuk dan juga flu, hingga penyakit yang sangat berat sekalipun.3.

  1. Berat badan tidak terkontrol Ini adalah salah satu dampak yang mudah terjadi, dan mudah untuk dirasakan oleh siapapun yang jarang atau kurang melakukan olahraga.
  2. Ya, mereka yang kurang berolahraga akan mengalami kondisi berat badan yang tidak terkontrol.
  3. Berat badan yang tidak terkontrol ini tidak hanya terpaku pada berat badan yang overweight dan obesitas, namun juga termasuk did alamnya berat badan yang terlalu kurus atau underweight.

Ketika anda kurang melakukan olahraga, maka hal ini akan menyebabkan berat badan anda akan menjadi tidak terkontrol, dan tentunya memberikan dampak bagi tubuh anda seperti Tubuh menjadi lemas, Obesitas, Kekurangan berat badan, Nafsu makan yang tidak normal, dan banyak lagi dampak lainnya.4.

Obesitas Kurang olahraga, apalagi ketika ditambah dengan pola makan yang tidak teratur dan pola hidu yang tida sehat akan menyebabkan siapapun dapat mengalami obesitas, alias kelebihan berat badan. Ketika hal ini terjadi, tubuh anda akan terlalu berat, dan nantinya akan muncul berbagai macam gejala — gejala penyakit yang dapat mengganggu kesehatan anda, misalnya Diabetes pada anak, Jenis-jenis stroke, Serangan jantung, dan berbagai macam penyakit lainnya yang berkaitan dengan kondisi berat badan tubuh yang overweight alias obesitas.5.

Tenaga dan juga kekuatan tubuh berkurang Selain mampu membakar kalori dan meningkatkan daya tahan tubuh, berolahraga juga sangat membantu dalam meningkatkan kekuatan dan juga vitalitas tubuh. kekuatan dan vitalitas tubuh sangat dibutuhan untuk mendukung aktivitas, bersama dengan daya tahan tubuh, metabolism dan juga kebugaran tubuh.

Ketika anda kurang melakukan olahraga, maka yang terjadi adalah tubuh anda akan mengalami deficit dalam hal vitalitas dan juga kekuatannya. Anda akan menjadi sangat lemah dalam melakukan sesuatu hal. Menurunnya kekuatan tubuh ini juga dipengaruhi oleh otot — otot tubuh yang tidak banyak terlatih karena kurang olahraga.

Otot — otot yang kurang terlath dengan baik ini akan semakin menyebabkan tubuh adna terasa tidak berdaya, dan juga kekuatan dari tubuh anda menjadi berkurang drastic.6. Fungsi organ tubuh menurun Dampak dan juga efek samping dari kurang olahraga lainnya adalah fungsi dari organ tubuh ang menurun.

Hal ini berkaitan degnan kondisi tubuh, terutama yang memiliki berat badan yang tidak terkontrol. Selain itu, organ — organ tubuh, seperti jantung misalnya, ketika tidak dimanfaatkan kapasitasnya dengan melakukan olahraga, maka kerjanya akan menurun. Bandingkan saja mereka yang senang berolahraga dengan yang kurang berolahraga.

Kerja jantung pasti akan lebih kuat dan napas mereka akan lebih ‘panjang’ apabila rajin dan selalu berolahraga secara teratur, berbeda dengan mereka yang jarang berolahraga.7. Mudah merasa cepat lelah dan juga merasa lemas Anda seringkali merasa lemas, namun ternyata bukan merupakan bagian dari gejala anemia alias kekurangan darah? Mungkin anda sendiri kurang olahraga.

  • Ya, mereka yang kurang olahraga memiliki kecenderungan yang sangat tinggi untuk mudah lemas dan juga mudah lelah dalam melakukan sesuatu.
  • Hal ini tentu saja berhubungan dengan fungsi dari olahraga itu sendiri, yaitu membugarkan tubuh, meningkatkan metabolism tubuh dan menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit.8.
You might be interested:  Apa Yang Dimaksud Formasi Dalam Sepak Bola?

Nafsu makan menjadi memburuk, bahkan tidak terkontrol Berolahraga juga sangat mempengaruhi nafsu makan yang anda miliki, dan juga berhubungan erat dengan pola makan yang anda adaptasi sehari — hari. Mereka yang rutin melakukan olahraga, tentu saja memiliki pola makan yang teratur, meskipun belum tentu sehat.

Hal ini akan jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pola makan yang teratur, orang yang kuran gberolahraga cenderung memiliki pola makan yagn kurang teratur, dan hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi fisik mereka, terutama dari segi berat badan dan juga daya tahan tubuh mereka, yang mungkin dapat mengganggu keseluruhan fungsi fisik mereka.9.

Kalori yang menumpuk akan menjadi lemak Salah satu tujuan utama dari melakukan olahraga secara rutin dan juga teratut adalah untuk proses pembakaran kalori. Kalori merupakan bahan bakar tubuh kita untuk melakukan aktivitas. Ketika kalori yang kita peroleh dari makanan kita sehari — hari ini tidak terbakar, maka akan menumpuk dan menjadi lemak, sehingga berpotensi menyebabkan tubuh menjadi kegemukan dan mengalami obesitas.

Etika anda kurang berolahraga, apalagi dengan aktivitas yang tidak sibuk dan sedikit, maka dapat dipastikan kalori yang masuk ke dalam tubuh anda tidak akan bekerrja, dan hanya akan menumpuk menjadi lemak, yang tentunya akan sangat berbahaya, kerena menimbulkan obesitas dan berpotensi untuk mengganggu kinerja dari organ tubuh lainnya.10.

Menghambat kerja tubuh, tubuh terasa sulit untuk melakukan gerakan Pernahkah anda merasa bahwa tubuh anda berat sekali bahkan hanya untuk berjalan? Hal ini mungkin disebabkan karena anda kurang berolahraga. Ya, olahraga kan memang artinya mengolah tubuh, yang mengacu pada kondisi menggerakkan tubuh.

Apabila anda jarang dan juga kurang dalam melakukan olahraga, sudah pasti hal ini akan membaut tubuh anda menjadi terasa berat, karena sulit untuk digerakkan. Ibarat engsel pintu, ketika pintu tidak pernah dan jarang dibuka, maka lama kelamaan engselnya akan berkarat dan juga sulit untuk dibuka pintunya.

Hal inilah yang bisa terjadi pada tubuh anda, ketika anda kurang melakukan olahraga.11. Insomnia dan juga gangguan tidur Ya, sdah banyak sekali penelitian yang mengatakan bahwa salah satu hal yang paling sering menyebabkan insomnia, selain kondisi psikologis seseorang adalah karena orang tersebut kurang melakukan olahraga.

Olahraga membantu tubuh menjadi lebih lelah, sehingga tubuh akan menjadi tidur lebih nyenyak Olahraga akan membantu meningkatkan metabolism tubuh, yang menyebabkan kondisi fisik menjadi optimal, sehingga tubuh akan mudah untuk tidur.

Ketika anda kurang melakukan olahraga, maka sudah pasti kedua point di atas tidak akan anda peroleh. Hal ini lah yang kemudian mengantar anda menuju kondisi insomnia, alias tidak bisa tidur sepanjang malam. Insomnia sendiri diketahui memiliki dampak yang negative bagi manusia ketika dijadikan sebuah kebiasaan yang rutin, seperti :

Bangun pagi menjadi tidak segar Mudah mengantuk Menurunnya konsentrasi dan focus Metabolism tubuh menurun Nafsu makan berkurang Daya tahan tubuh menurun Mudah terserang penyakit Performa, baik bidang pekerjaan ataupun akademik, serta kegiatan yang dilakukan sehari — hari akan berkurang dan menurun drastic Tidak produktif.

12. Bentuk tubuh menjadi tidak proporsional Kurangnya melakukan olahraga juga tentu saja dapat berdampak pada kondisi fisik dan tuga kondisi tubuh seseorang. Salah satu dampak yang muncul ketika seseorang kurang berolahraga, atau bahkan tidak pernah berolahraga adalah bentuk tubuhnya yang menjadi tidak proporsional.

  • Tubuh proporsional pada dasarnya tidak hanya dapat dilihat dari kondisi berat badan saja, namun juga tampilan dari tubuh secara fisik.
  • Mereka yang jarang melakukan olahraga, kondisi bentuk tubuh nya akan menjadi sangat mudah berpotensi menjadi tidak proporsional.
  • Hal ini tentu saja terjadi karena banyak dampak negative dari kurangnya olahraga yang nantinya dapat berpengaruh kedalam kondisi an juga bentuk tubuh.
You might be interested:  Cara Menjadi Kiper Sepak Bola Yang Baik?

jadi, apabila anda ingin bentuk tubuh anda bagus dan juga proporsional, lakukanlah olahraga secara teratur, jangan hanya mengandalkan diet dan pola makan saja.13. Mengurangi semangat, menjadi sangat malas melakukan sesuatu Kurang olahraga akan membuat anda menjadi merasa sangat malas dan juga kurang bersemangat.

Hal ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan kondisi metabolism tubuh yang menjadi tidak teratur dan memiliki siklus yang kurang baik. Hal ini akan menyebabkan tubuh anda akan menjadi mudah meras lemas. Tubuh yang terasa lemas ini kemudian nantinya akan menyebabkan anda menjadi merasa malas dan juga kurang bersemangat dalam melakukan aktivitas anda sehari — hari.

Maka dari itu, hal ini akan membuat anda pun akan menjadi kurang, atau bahkan sangat tidak produktif dalam bekerja dan beraktivitas.14. Menjadi pintu masuk bagi banyak sekali penyakit dan gangguan kesehatan Ya, kurang olahraga memang menjadi salah satu pintu masuk bagi banyaks ekali penyakit dan juga gangguan kesehatan.

  • Etika anda jarang berolahraga, maka hal in itentu saja akan mempengaruhi berat badan, kadar lemak di dalam tubuh, serta menurunkan daya tahan tubuh anda.
  • Hal inilah yang kemudian menjadi pintu masuk utama bagi penyakit dan juga gangguan kesehatan untuk dapat masuk ke dalam tubuh anda, dan menyebabka tubuh anda mengalmi berbagai macam penyakit.

Beberapa penyakit yang bisa muncul ketika anda jarang berolahraga, dan daya tahan tubuh anda berkurang adalah :

Kelelahan Flu dan juga batuk Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penyakit gula dan kegemukan

15. Badan mudah terasa pegal dan juga sakit Kurang olahraga tentu saja menyebabkan diri anda akan menjadi mudah merasa pegal dan banyak baguan tubuh anda terasa sangat pegal. Misalnya, ketika anda harus berjalan kaki, maka kaki anda akan mudah merasa pegal dan juga sakit.

Begitu pula bagian tubuh anda yang lainnya, misalnya tangan. Ketika anda jarang melakukan olahraga, maka bagian tangan anda akan merasa sakit dan juga mudah pegal saat anda harus mengangkat sesuatu.16. Otot mudah terasa kaku Otot pun akan terkena imbasnya ketika anda kurang berolahraga. Otot — otot tubuh anda akan terasa sangat kaku dan bisa saja sulit untuk digerakkan.

Hal ini jugalah yang nantinya akan berdampak pada fungsi tubuh, seperti tangan dan juga kaki menjadi berkurang, serta menyebabkan anda menjadi seseorang yang pemalas juga. Sumber http://halosehat.com https://id.wikipedia.org

Apa yang akan terjadi jika kita jarang berolahraga?

Ketika kurang olahraga, tubuh Anda akan merasa lelah. Tubuh yang lelah menghasilkan lebih banyak hormon ghrelin, pengatur sensor lapar. Kondisi ini bisa membuat Anda makan lebih banyak sehingga lama-kelamaan berat badan naik.

Aktivitas fisik berat apa saja?

Tahukah anda bahwa setiap tanggal 6 april merupakan peringatan Hari Aktivitas Fisik Sedunia ? Mengapa aktivitas fisik begitu penting hingga ada hari peringatannya? Apa Yang Terjadi Jika Jarang Melakukan Olahraga Sumber www.p2ptm.kemkes.go.id Rutin olahraga dan melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah salah satu fondasi dari gaya hidup sehat. Meski demikian, banyak orang yang masih mengartikan aktivitas fisik sebagai olahraga berat penuh siksaan. Padahal, belum tentu! Aktivitas fisik tidak melulu harus dilakukan di gelanggang olahraga atau di pusat kebugaran. Apa Yang Terjadi Jika Jarang Melakukan Olahraga Aktivitas fisik yang teratur atau olahraga ringan sampai sedang yang rutin dan teratur serta berkelanjutan adalah salah satu hal paling penting yang dapat dilakukan dengan mudah untuk memperoleh berbagai manfaat bagi kesehatan. Salah satu penyebab utama dari penyakit tidak menular (PTM) adalah kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan.

PTM yang masih menjadi hantu di Indonesia seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan juga stroke. Padahal penyakit tersebut sebenarnya bisa dikurangi resikonya dengan banyak melakukan aktivitas fisik dalam kehidupan harian Anda. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga/energi dan pembakaran energi.

Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. Melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu pilar dan pedoman dari Gizi Seimbang. Ada 3 tipe aktivitas fisik yaitu :

  • Aktivitas ringan : Dapat dilakukan selama kurang dari 150 menit per minggu. Berbagai bentuk aktivitas yang bisa dilakukan meliputi mencuci piring, memasak, memancing, dan sebagainya.
  • Aktivitas sedang : Dapat dilakukan sekitar 150 menit setiap minggunya. Bentuk aktivitas yang dapat dilakukan seperti naik turun tangga, bersepeda, berkebun, dan lain- lain,
  • Aktivitas berat : Jenis aktivitas fisik ini dapat dilakukan lebih dari 300 menit per minggu. Beberapa bentuk aktivitas yang dapat dilakukan meliputi sepak bola, mencangkul, naik gunung, berenang, jogging, dan lainnya.
You might be interested:  Metode Latihan Olahraga Yang Salah Dapat Menyebabkan?

Untuk mendapatkan hasil dari aktivitas fisik yang lebih maksimal direkomendasikan untuk melakukannya dengan prinsip BBTT yaitu Baik, Benar, Terukur, dan Teratur. Baik adalah melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuannya, benar adalah aktivitas yang dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan atau peregangan, terukur adalah aktivitas fisik yang diukur intensitas dan juga waktunya, dan yang terakhir adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.

Apa yang terjadi jika olahraga berlebihan?

1. Kelelahan – Olahraga secara berlebihan membuat tenaga habis terkuras dan tubuh akan terasa lemas, mual, bahkan tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas lainnya. Jika masih tetap melanjutkan berolahraga, maka dapat mengalami sindrom kelelahan kronis.

Bagaimana jarang berolahraga dapat menyebabkan gangguan peredaran darah?

Jarang Berolahraga Jadi Salah Satu Penyebab iskemia – Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab iskemia secara umum adalah karena adanya penyumbatan pembuluh darah arteri oleh penumpukan lemak atau plak yang terjadi seiring berjalannya waktu, sehingga gejala tidak akan tampak di awal kemunculannya.

Lama-kelamaan, penyumbatan arteri akan merusak dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. Bukan hanya plak karena menumpuknya lemak pada dinding darah, penyumbatan arteri juga dapat terjadi karena sumbatan oleh bekuan darah. Kurangnya olahraga atau aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko menumpuknya plak di dinding pembuluh darah.

Bukan itu saja, berikut sejumlah faktor pemicu iskemia:

Perokok aktif, Sering mengonsumsi alkohol. Mengidap kencing manis. Mengidap tekanan darah tinggi. Mengidap kolesterol tinggi. Memiliki kadar trigliserida tinggi. Obesitas, Mengidap anemia sel sabit. Mengidap penyakit jantung bawaan. Mengidap penyakit katup jantung.

Saat kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, diskusikan segera dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk langkah perawatan yang tepat. Dengan langkah perawatan yang tepat, kamu akan terhindar dari komplikasi iskemia yang bisa saja terjadi dan membahayakan kesehatan tubuh, bahkan nyawamu. Baca juga: Penyumbatan Pembuluh Darah Terjadi Akibat Iskemia?

Apa akibatnya jika kita tidak pernah melatih kekuatan otot?

Latihan Kekuatan – ilustrasi gym/Photo by mentatdgt from Pexels Dalam hal kekuatan, studi menunjukkan bahwa pada umumnya, 12 minggu tanpa latihan dapat menyebabkan penurunan yang signifikan dalam jumlah beban yang dapat kita angkat. Namun, yang menarik adalah bahwa meskipun ada penurunan kekuatan yang signifikan, hanya ada sedikit penurunan ukuran serat otot.

  • Alasan kita kehilangan kekuatan otot sebagian besar berkaitan dengan fakta bahwa kita tidak lagi membuat otot kita stres.
  • Jadi ketika kita tidak lagi melatih otot kita dengan keras, otot menjadi “malas”, menyebabkan jumlah serat otot kita berkurang, dan lebih sedikit otot yang direkrut selama suatu aktivitas.

Hal tersebut tentu membuat kita menjadi kurang mampu mengangkat beban berat yang biasa kita lakukan. Jumlah serat otot yang digunakan selama latihan berkurang sekitar 13 persen setelah hanya dua minggu tanpa latihan – meskipun ini tampaknya tidak disertai dengan penurunan kekuatan otot.

  1. Ini menyiratkan bahwa kerugian yang diamati selama periode detraining yang lebih lama adalah kombinasi dari kedua penurunan awal dalam jumlah serat otot yang kita gunakan, tetapi juga penurunan massa otot yang lebih lambat.
  2. Rata-rata pengunjung gym yang mengangkat beban akan mengalami penurunan ukuran otot mereka dan seiring waktu merasa lebih sulit untuk mengangkat beban berat karena mereka memiliki lebih sedikit serat otot yang direkrut.

Jadi, bahkan setelah semua upaya untuk menjadi bugar, kita mulai kehilangan kebugaran dan kekuatan kardiovaskular dalam waktu 48 jam setelah berhenti. Tetapi kita tidak mulai merasakan efek ini setidaknya selama dua hingga tiga minggu untuk kebugaran kardiovaskular dan sekitar enam hingga 10 minggu untuk kekuatan.

Related Post