Berita Bulutangkis Info Bulu Tangkis Olahraga Tradisional Yang Dimainkan Secara Berkelompok Adalah?

Olahraga Tradisional Yang Dimainkan Secara Berkelompok Adalah?

Olahraga Tradisional Yang Dimainkan Secara Berkelompok Adalah
“berikut permainan yang dilakukan secara berkelompok adalah, permainan yang dilakukan secara berkelompok harus dimainkan secara, permainan berkelompok anak sd, sebutkan permainan tradisional, 3 contoh permainan berkelompok, permainan tradisional dan cara bermainnya, gambar permainan tradisional,permainan tradisional dan daerah asalnya” Permainan tradisional adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain, sebuah barang atau sesuatu yang pada umumnya digunakan untuk hiburan atau kesenangan, dan kadang-kadang digunakan sebagai alat pendidikan yang Cara bermainnya di sampaikan secara turun temurun dari nenek moyang ke generasi selanjutnya.

Permianan tradisional umumnya dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan permainan tradisionalnya. Hampir di setiap daerah mempunyai permainan tradisional yang menjadi ciri khas daerah tersebut atau biasa kita kenal dengan istilah kearifan lokal. Beberapa permainan ada yang dimainkan secara berkelompok atau beregu baik memakai alat ataupun tanpa alat.

Banyak contoh jenis permainan di Indonesia yang mendidik pemainnya ke arah yang positif. Berikut beberapa permainan tradisional yang dapat dilakukan Berkelompok yang kami ramgkum dari beberapa sumber.1. Aku orang kaya Aku orang miskin Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok kaya dan miskin yang saling berhadapan.

  • Satu grup bisa terdiri dari 4 orang atau lebih di lapangan, halaman rumah ataupun taman bermain.
  • Cara bermain cukup gampang.
  • Skenario dari permainan ini adalah ada 1 orang yang berperan sebagai orang kaya dan 1 orang lainnya menjadi orang miskin.
  • Sisanya berbaris di belakang si Miskin dan berperan sebagai anak si Miskin.

Orang kaya meminta anak pada orang miskin sambil bernyanyi dan bergerak maju mundur. Lalu satu per satu anak si Miskin yang diminta harus segera pindah ke belakang si Kaya. ( baca selengkapnya,) 2. Bakiak Beregu Bakiak panjang (Terompah Panjang) atau yang sering disebut terompa galuak di Sumatera Barat adalah terompah deret adalah alas kaki yang terbuat dari dari papan bertali karet yang panjang.

Permainan ini menggunakan sebuah alas yang terbuat dari kayu berukuran panjang untuk dipakai oleh beberapa orang sekaligus. Permainan ini membutuhkan beberapa orang untuk membentuk satu grup yang akan bertanding dengan grup lainnya. ( baca selengkapnya,) 3. Bebentengan/Bentengan Bebentengan adalah permainan berkelompok, setiap pemain harus menghindari kejaran lawan, berlari dan saling berkomunikasi untuk menangkap lawan, menyerang dan merebut benteng lawan.

Permainan ini dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’. ( baca selengkapnya.) 4. Bola Beracun Bola Beracun merupakan permainan tradisional melempar sandal yang masih dapat dijumpai di Kecamatan Abung Timur, provinsi Lampung.

Permainan yang dikenal dengan nama Dodge Ball ini adalah suatu olahraga tim yang dimainkan dengan melemparkan bola karet ke lawan. Masing-masing tim Dodgeball terdiri dari 6-10 pemain yang dibagi ke dalam dua bagian lapangan (seukuran lapangan Voli) yang berbeda. Pemain tidak diperbolehkan menyeberang ke daerah lawan.Tim lawan yang terkena lemparan bola harus keluar, namun bila bola berhasil ditangkap maka si pelempar bola harus keluar lapangan.

( baca selengkapnya,) 5. Bola Keranjang / bahasa Gayo = tipak rege ( sepak raga (sepak takraw) Bola keranjang atau bahasa Gayo di-sebut dengan tipak rege merupakan sejenis permainan bola yang dibuat dari rotan belah yang dipergunakan pada permainan sepak raga (sepak takraw).

Permainan ini dilakukan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari tiga orang pemain. ( baca selangkapnya,) 6. Cabut/Gobak sodor Permainan Cabut dalam versi Pulau Jawa biasanya disebut Gobak Sodor. Di Palembang disebut Cabut karena tim yang bermain duluan harus meneriakkan kata Cabut saat memulai permainan ataupun saat berhasil memenangkan permainan.

Setiap tim bisa terdiri dari 3, 4 atau 5 orang tergantung anak-anak yang mau memainkannya. Permainan dilakukan di lapangan dengan membuat area permainannya berupa kotak yang diberi garis lurus sejajar dengan jarak sekitar 2-3 meter yang dibuat sebanyak yang akan bermain, dan garis tengah yang membelah kotak permainan untuk jalur pemain yang merupakan pemimpin tim yang sedang berjaga.

  1. Setiap tim memiliki seorang pemimpin yang biasanya dipilih berdasarkan kepintaran dan kecepatan larinya.
  2. Baca selengkapnya,) 7.
  3. Galah Asin Galah Asin adalah permainan berlari dalam garis tanpa tersentuh oleh pemain lawan.
  4. Galah asin adalah permainan tradisional yang menggunakan lapangan berbentuk segi empat berpetak-petak.

Setiap garis dijaga oleh pihak penjaga, pihak yang masuk harus melewati garis dan jika kena sentuh oleh penjaga maka harus diganti. Di Indonesia permainan ini umumnya dinamakan Gopak Sodor, di Kepulauan Natuna permainan ini dikenal dengan nama Galah, sementara di Riau dikenal namanya Galah Panjang, di Makasar ada Asing, dan di daerah Batak Toba disebut permainan Margala.8.

Gatrik Gatrik adalah permaiann yang memakai alat dari dua potongan kayu atau bambu berukuran sekitar 30 cm dan yang satunya berukuran lebih kecil untuk dipukul ke arah lawan. Gatrik atau di daerah lain sisebut tak kadal, patil lele, atau benthi merupakan salah satu permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak secara kelompok.

Tiap kelompok terdiri dari 2 orang sampai 4 orang dengan menggunakan alat dari dua potongan bambu yang berbeda ukuran. Dua kelompok terdiri dari kelompok pemukul dan kelompok penangkap. untuk menentukan pemenangnya dilihat dari skor yang di dapat oleh salah satu regu baik penangkap maupun pemukul.

Permainan dimulai dengan kelompok pemukul memukul batang bambu yang kecil dan terlempar, kemudian penangkap harus mampu/berhasil menangkap batang bambu yang di pukul oleh sipemukul. ( baca selengkapnya,) 9. Ular naga panjang Permainan Ular Naga dimainkan oleh banyak orang, sambil bernyanyi ” Ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar-jalar selalu riang-kemari.

Umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dianya yang terperangkap “. Cara Bermain – Peserta harus membagi tugas, dua orang menjadi gerbang, satu orang menjadi induk naga. Dan lebih dari satu orang menjadi anak-anak naga. Permainan dimulai ketika induk naga dan anak-anaknya berputar melalui gerbang sambil bernyanyi.

You might be interested:  Pegangan Raket Backhand Yang Benar Adalah?

Setiap saat kedua gerbang akan menurunkan tangannya sambil menangkap anak naga, biasanya anak-anak naga akan ketakutan untuk ditangkap, baru setelahnya gerbang akan menawarkan diri pada anak naga yang baru ditangkapnya. Bila sudah menjadi anak gerbang, anak itu akan berpegangan pada induknya, begitu terus hingga induk naga tertangkap & permainan dilanjutkan dengan induk naga yang baru.

Induk naga yang baru dipilih dari gerbang yang anaknya paling banyak. ( baca selengkapnya,)

Apakah congklak olahraga tradisional?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia, Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadang kala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil.

Apakah Lato Lato permainan tradisional?

LATO-LATO, MAINAN TRADISIONAL YANG KEMBALI VIRAL Olahraga Tradisional Yang Dimainkan Secara Berkelompok Adalah Hai Sobat, Coba tebak, mainan apa yang sedang viral belakangan ini dan sukses mencuri perhatian berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa? Iya betul lato-lato! Mainan ini memiliki berbagai nama, seperti nok-nok, tok-tok, clackers, click-clacks, bolas, knockers, katto-katto (sebutan di daerah Makassar) dan di Pulau Jawa disebut dengan etek-tek.

  • Lato-lato merupakan salah satu jenis permainan tradisional Indonesia.
  • Tapi lato-lato ternyata bukan berasal dari Indonesia sobat.
  • Sejarah lato-lato berasal dari Amerika Serikat dengan sebutan clackers balls atau klackers balls hingga ke Italia yang disebut Lato (bahasa italia yang berarti sisi samping).

Di Indonesia, Lato-lato ini sangat ikonik di jaman 1990an. Sekilas kelihatannya tidak ada hal yang menonjol dan istimewa dari dua bola kecil dengan dua tali yang kemudian diikat pada satu cincin itu. Tetapi ketika memainkannya, membuat dua bola kecil itu berbenturan, dan akan meninggalkan bunyi ‘tek-tek-tek-tek’.

  • Untuk menimbulkan bunyi tersebut, kamu hanya perlu menggoyangkan perlahan cincin pada talinya, agar bola beradu dan bunyi keluar.
  • Namun permainan ini perlu sedikit latihan, agar tidak gagal untuk menciptakan bunyi berirama itu.
  • Permainan ini juga memiliki banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan loh.
  • Mas TIKI kasih tahu ya: Melatih kesabaran Walau terlihat sederhana memainkannya, untuk membuat bola lato-lato berbenturan itu tidak mudah.

Dibutuhkan kesabaran untuk membuat kedua bola berbenturan dengan teratur. Menambah kepercayaan diri Saat sudah bisa membenturkan kedua bola lato-lato dengan teratur, coba tambah kecepatan mengayun. Kalau sudah bisa pasti kepercayaan dirimu bertambah.

Melatih Fokus dan Konsentrasi Buat kamu yang suka kurang fokus, kamu bisa mencoba lato-lato. Walau kelihatannya hanya menggerakkan bola tapi bisa menguras fokus dan konsentrasimu Teralihkan dari Gadget

Siapa yang sedikit-sedikit melihat gadget? Nah, kehadiran latto-latto yang kini viral bisa membuatmu teralihkan dari bermain gadget. Selamat bermain lato-lato. : LATO-LATO, MAINAN TRADISIONAL YANG KEMBALI VIRAL

Apa manfaat permainan tradisional bersama teman teman?

Permainan tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu diantaranya Beberapa keunggulan permainan 1) mereka tidak membutuhkan biayayang banyak, 2) meningkatkan kreativitas anak, 3) mereka mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional anak-anak, 4) anak-anak semakin mengenal alam, 5) mereka membantu untuk mengajarkan

Apakah dakon termasuk olahraga tradisional?

Hotel & Penginapan Terbaik di Madura – Temukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Madura dengan penawaran terbaik di Traveloka Sebagian dari kalian mungkin sudah familiar dengan sepak takraw. Olahraga ini memang sudah sangat terkenal di negara-negara Asia Tenggara, utamanya negara Malaysia. Masyarakat Indonesia memang “tertular” oleh Malaysia yang memperkenalkan olahraga ini di tahun 1970-an, Ketika itu, dua negara terbesar di ASEAN, dan, memilih Indonesia sebagai arena tanding sepak takraw mereka.

Lantas, apakah olahraga ini patut dikatakan olahraga tradisional Indonesia? Sebetulnya, sepak takraw diperkenalkan oleh orang tiongkok ke Asia Tenggara, dan banyak negara Asia Tenggara sudah memainkan versi sepak takrawnya sendiri, termasuk dari zaman kerajaan Siam dan dari 1.500 tahun yang lalu. Sejarawan masih berdebat soal asal usul sepak takraw.

Semenanjung Malaysia tercatat sudah mengenal “sepak takraw” sejak abad 15, yang di zaman tersebut, lebih familiar dengan nama “sepak raga”. Bisa dibilang, sebetulnya sepak takraw ini adalah olahraga khas Asia Tenggara. Peraturan sepak takraw sendiri adalah bola rotan yang yang ditendang di atas lapangan datar dengan net sebagai pembatas area antara kedua tim.

Hal menarik dari olahraga ini adalah setiap pemain boleh menggunakan semua bagian tubuhnya untuk memastikan bola melewati net, kecuali tangan. Olahraga tradisional ini seperti yang sudah disinggung sebelumnya sudah sering dipertandingkan di ajang internasional, utamanya yang berkaitan dengan negara-negara ASEAN seperti SEA Games dan Asian Games.

Untuk jumlah atlet yang bertanding sendiri, satu tim dibatasi hanya 3 orang. Berarti total orang yang ada di lapangan adalah sejumlah 6 orang. Bagi sebagian kalian yang menghabiskan masa kecil di Indonesia, pasti familiar dengan permainan khas Indonesia ini. Meskipun olahraga ini dikenal dengan nama yang lain, dakon atau congklak, adalah olahraga tradisional Indonesia yang yang sebelum populer diantara anak kecil, adalah permainan para bangsawan.

Pada saat itu, bangsawan Keraton Jawa tidak menggunakan papan kayu untuk bermain ini, melainkan, dakon atau congklak dimainkan di tanah lapang dengan cara melubangi tanah yang ada lalu pengganti dari biji-biji yang biasa kita mainkan di papan, adalah kerikil atau biji-biji tumbuhan seperti jagung dan lain-lain.

Namun seiring waktu berjalan dakon atau congklak ini sudah memiliki berbagai bentuk papan dengan berbagai materi. Ada yang terbuat dari plastik ada juga yang terbuat dari dari kayu ukir. Dan biji-bijian nya pun diganti menggunakan sejenis kerang yang telah diubah tampilannya. Festival Lompat Batu di Nias | Sumber gambar: Wikipedia Seperti yang telah disebutkan di atas, negara Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan membuat banyak olahraga tradisional Indonesia yang unik muncul di berbagai daerah. Salah satunya adalah yang berada di Timur Indonesia.

Olahraga loncat batu, pada awal kemunculannya adalah ritual yang dilakukan bagi para prajurit atau orang-orang yang ingin bersiap untuk berperang. Tradisinya, loncat batu adalah tolok ukur bagi seorang laki-laki pantas atau tidaknya ikut berperang. Bukan hanya perang, jika seorang pria Nias sudah mampu meloncati batu maka ia juga dianggap sudah cukup dewasa dan siap untuk menikah.

Kamu bisa melihat langsung tradisi ini di waktu tertentu di pulau Nias. Tradisi olahraga khas Indonesia ini dimulai karena saat peperangan di daerah Sumatera Utara, banyak desa yang membangun pagar tinggi yang terbuat dari batu. Prajurit Nias harus dapat melakukan hombo batu agar dapat menjadi prajurit yang efektif.

You might be interested:  Apa Itu Acl Dalam Sepak Bola?

Apa nama lain permainan congklak?

Serunya Bermain Congklak – Tergerus zaman, berbagai permainan tradisional ditinggalkan dan terganti oleh permainan modern. Tak jarang, congklak, dan permainan tradisional lainnya dianggap kuno. Tetapi, tahukah kalau permainan congklak juga syarat akan nilai pendidikan karakter yang baik bagi generasi penerus bangsa? Permainan tradisional berangsur-angsur mulai ditinggalkan karena pergeseran zaman.

  • Teknologi yang semakin canggih membuat banyak orang lebih memilih memainkan gadgetnya.
  • Mereka lupa, Indonesia memiliki begitu banyak permainan tradisional yang penuh dengan unsur kebudayaan.
  • Bahkan, beberapa dari mereka tidak tahu satupun permainan itu.
  • Congklak merupakan satu dari 2.600 permainan tradisional yang ada di Indonesia.

Cnnindonesia. Permainan ini memiliki banyak nama, di Jawa permainan ini familiar dengan sebutan dhakon, Congkak adalah sebutan yang berkembang di daerah Sumatra, sedangkan di Lampung permainan ini populer dengan nama dentuman lamban, Dalam bahasa arab, congklak disebut mancala, dalam bahasa Inggris ‘ mancala ‘ memiliki makna ‘untuk bergerak’.

Permainan congklak telah lama berkembang di Asia, khususnya kawasan Melayu. Menurut sejarah, congklak pertama kali masuk dan berkembang di Indonesia dibawa oleh bangsa Arab yang datang untuk berdagang dan berdakwah. Arkeologi dan beberapa ahli percaya bahwa congklak berasal dari Timur Tengah lalu menyebar ke Afrika.

Lalu, congklak berkembang hingga ke Asia oleh pedagang Arab. Banyak ahli yang menduga bahwa permainan congklak mungkin merupakan papan permainan tertua yang pernah ada di dunia. Budayajawa.id Congklak dimainkan 2 orang yang berhadapan menggunakan papan yang terbuat dari kayu atau plastik dengan panjang 40-50 centimeter.

Papan tersebut lengkap dengan 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan dua lubang besar di kedua sisinya (kanan dan kiri). Masing-masing pemain dibagi tujuh lubang kecil dan satu lubang besar. Nantinya lubang-lubang kecil diisi 5-7 biji yang terbuat dari kerang atau biji sawo, sedangkan lubang besar dibiarkan kosong, anggaplah lubang besar tersebut merupakan gudang penyimpanan pemain.

Cara bermainnya sangat mudah, dua orang pemain bergantian untuk memilih satu lubang kecil miliknya untuk dipindahkan satu per satu ke lubang lainnya searah jarum jam, hingga biji yang di genggaman habis. Permainan akan berakhir ketika semua lubang kecil kosong, dan semua biji berada di lubang besar.

Kemenangan ditentukan dari jumlah biji terbanyak yang berada di lubang besar masing-masing pemain. Tak hanya asal bermain, anak yang suka bermain congklak jiwa dagang dan ketajaman berpikirnya akan terasah. Permainan congklak dapat merangsang kemampuan berhitung. Karena, dalam bermain congklak tentu penuh strategi, bagaimananya untuk menang dan memperoleh banyak biji.

Permainan congklak yang terlihat sederhana ini sebenarnya syarat akan nilai pendidikan karakter yang kuat. Selain mengasah otak, bermain congklak juga dapat mengajarkan jujur dan taat pada aturan yang berlaku. Karena, saat pemain menggenggam sejumlah biji di tangannya dan menjatuhkannya di setiap lubang, lawan main tidak benar-benar melihat berapa jumlah biji yang digenggam, dan apakah biji benar-benar dijatuhkan satu per satu atau tidak, atau malah lebih dari satu.

  • Di sinilah kejujuran dilatih.
  • Arena aturan main telah disepakati bersama, jadi sebisa mungkin pemain tidak curang dalam permainan.
  • Bermain congklak juga melatih kesabaran, karena pemain dibiasakan sabar menunggu gilirannya bermain.
  • Etika permainan selesai pun tidak ada yang bertikai mempermasalahkan yang menang dan kalah.

Anak-anak biasanya menyelesaikan permainan dengan hati yang senang dan menerima kenyataan, siapapun pemenangnya. Begitu banyak nilai dan pelajaran yang dapat diambil dari permainan congklak, bahkan, masih banyak nilai lain yang terkandung di dalam permainan tradisional tersebut.

Apa permainan tradisional Cublak Cublak Suweng?

Cublak-cublak suweng merupakan permainan tradisional dari Jawa Tengah yang dimainkan oleh 3-5 orang dan menggunakan media batu, pecahan genting, atau benda yang bisa digenggam serta dengan diiringi sebuah lagu, permainan ini mengandung makna yang dalam baik dari lagu maupun cara bermainnya.

Apa itu permainan tradisional kelereng?

Berdasarkan penjelasan permainan tradisional kelereng yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional kelereng merupakan sebuah permainan yang berbentuk bulat kecil yang terbuat dari tanah atau kaca dengan ukuran yang bermacam- macam permainan ini dilakukan kebanyakan oleh anak laki-laki dan

Permainan Galah Asin merupakan permainan apa?

Permainan Tradisional Gobak Sodor – Penulis: Administrator – 19 Januari 2022 Apakah itu gobak sodor? Permainan yang melatih ketangkasan, kecepatan, hingga mampu meningkatkan kekuatan tubuh merupakan manfaat-manfaatnya. Selain itu, bermain Gobak Sodor bisa menumbuhkan kepedulian sosial.

Apa nama lain permainan tradisional tapak gunung?

Permainan tapak gunung atau engklek menurut Sari merupakan permainan tradisional lompat- lompatan pada bidang-bidang datar yang digambar di atas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya (Sari, 2015).

You might be interested:  Apa Arti Offside Dalam Permainan Sepak Bola?

Apa nama permainan tradisional dari batok kelapa?

Nostalgia Masa Kecil dengan Permainan Tradisional Egrang Batok Blitar – Tempurung kelapa di tangan orang kreatif bisa berubah menjadi alat bermain yang menarik. Alat bermain itu adalah egrang batok, yang telah lama menjadi media permainan tradisional yang menyehatkan badan.

Egrang batok terbuat dari tempurung kelapa yang dibelah menjadi dua. Setelah diambil daging kelapanya, tempurung kemudian dilubangi tepat bagian tengah atasnya. Bagian lubang lalu dimasuki tali tampar yang diikat kuat d bagian dalam tempurung. Tali dibuat dua helai untuk berpegangan tangan. Cara memainkannya, telapak kaki kanan dan kiri masing-masing dimasukkan ke ujung bawah kedua tali.

Posisi tempurung dalam kondisi menghadap ke bawah. Lalu dengan mengangkat tempurungnya sambil mengangkat kaki, pemain bisa berjalan secara bergantian antara kaki kanan dan kiri. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Seperti yang ditunjukkan Keisa dan Rara, dua anak di Dukuh Maron Desa Selokajang, Srengat, Kabupaten Blitar ini.

Cara bermain egrang batok (Foto: Erliana Riady)

Rame kalau main ini. Seneng aku. Nanti kalau sudah capek terus tidur dan bangun sore buat ngaji,” celoteh bocah kelas 3 SD itu, Rabu (25/1/2023). Egrang batok itu dibuat oleh Wiji, kakek Keisa. Pria berusia 63 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai tukang nderes legen kelapa.

Beberapa tetangganya kerap meminta tolong Wiji memanjat kelapa untuk mengambil buah kelapa yang telah tua. Lalu membelahnya untuk diproses menjadi santan. “Daripada cucu saya pegang HP saja, saya buatkan egrang batok saja. Ternyata mereka senang. Teman-teman sebayanya juga minta dibuatkan. Main egrang batok ini bikin ramai suasana kampung juga,” ujarnya.

Wiji mengaku melihat cucunya bermain egrang membuatnya bernostalgia. Permainan ini telah dikenalnya sejak masa kecilnya di kampung ini. Dulu, Wiji juga dibuatkan kakeknya permainan serupa. “Ceritanya mbah lanang itu, sejak zaman Jepang sudah ada permainan ini.

Wiji mengenang masa kecilnya dengan egrang batok (Foto: Erliana Riady)

Dalam Baoesastra (Kamus) Jawa karangan W.J.S. Poerwadarminto terbitan 1939 halaman 113, disebutkan kata egrang-egrangan diartikan permainan dengan menggunakan alat yang dinamakan egrang. Sementara egrang sendiri diberi makna bambu atau kayu yang diberi pijakan (untuk kaki) agar kaki leluasa bergerak berjalan.

Egrang juga awalnya digunakan sebagai alat bantu untuk menyusuri banjir. Lalu kemudian berkembang menjadi permainan atau olahraga tradisional dan mulai dilombakan, terutama saat perayaan HUT RI. Egrang sendiri diketahui mulai dimainkan sejak zaman kemerdekaan, dan terus berkembang pada tahun 1960-an di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Meski berkembang di Jawa Barat, egrang dimainkan di berbagai provinsi lain di Indonesia. Egrang pun memiliki nama yang berbeda-beda di tiap daerah. Di Lampung disebut Egrang, di Jawa Tengah disebut Jangkungan, di Sumatera Barat akrab disebut Tengkak-Tengkak, dan Ingkau dalam bahasa Bengkulu.

Permainan tradisional yang merupakan jenis grup yang terdiri dari dua regu dimana masing-masing regu terdiri dari 3 5 orang?

20 Januari 2010 Arsip Indonesia kaya akan jenis permainan tradisional. Sebut saja lompat tali, benteng, teklek, petak umpet, dampu, dan masih banyak lagi. Beragam permainan itu belakangan jarang dimainkan oleh anak-anak Indonesia. Apalagi di kota-kota besar.

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB) ke-47 dan untuk melestarikan budaya Indonesia, Panitia Dies UB menyelenggarakan berbagai lomba permainan tradisional. Mulai dari Galah Asin, teklek beregu, balap karung, hingga tarik tambang. Galah Asin Galah Asin atau yang lebih sering dikenal dengan Galasin atau Gobak Sodor adalah permainan yang terdiri dari 2 grup dengan beranggotakan 3-5 orang.

Permainan ini menuntut ketangkasan menyentuh badan lawan atau menghindar dari kejaran lawan. Permainan ini dilakukan oleh dua kelompok. Kelompok pertama sebagai pemeran dan kelompok kedua sebagai penjaga. Untuk memenangkan permainan ini, seluruh anggota grup harus melakukan proses melewati garis bolak balik dalam area permainan.

Lomba ini akan diselenggarakan di Gedung Sasana Samantha Krida pada 25 – 27 Januari 2010. Babak penyisihan diikuti oleh 13 unit kerja dan 3 bye. FMIPA versus FTP, Kantor Pusat versus FPIK, Fapet versus FH, FIA versus FE, FT versus FIB, serta FK, FISIP dan FP yang masing-masing bye. Semifinal diselenggarakan pada 26 Januari 2010.

Teklek Beregu Teklek beregu merupakan permainan rakyat yang membutuhkan kekompakan. Permainan ini menggunakan teklek (beberapa daerah menyebutnya kelompen atau bakiak) yang terbuat dari kayu. Teklek beregu biasanya dimainkan oleh dua atau tiga orang. Mereka yang memenangkan permainan ini adalah mereka yang masuk garis finish terlebih dahulu.

  • Lomba ini diselenggarakan pada 1 – 3 Februari 2010 di Lapangan Rektorat UB.
  • Balap Karung Permainan ini masih sering dijumpai kala perayaan Hari Kemerdekaan RI.
  • Setiap peserta harus memasukan tubuhnya dari kaki hingga pinggang, ke dalam sebuah karung yang terbuat dari karung goni.
  • Pemain balap karung kemudian melompat atau menyeret tubuhnya hingga masuk garis finish.

Lomba ini diselenggarakan pada 1 – 3 Februari 2010 di Lapangan Rektorat UB. Tarik Tambang Permainan ini juga salah satu dari sekian banyak permainan tradisional Indonesia. Seperti balap karung, permainan ini juga sering dijumpai kala perayaan Hari Kemerdekaan RI.

  1. Permainan ini membutuhkan fisik yang kuat, strategi serta kekompakan dalam menarik seutas tali.
  2. Dibutuhkan dua regu yang terdiri dari 5 atau lebih anggota.
  3. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang.
  4. Regu yang menang adalah regu yang berhasil menarik regu lainnya hingga melewati garis tengah pembatas.

Lomba ini diselenggarakan pada 8 – 10 Februari 2010 di Lapangan Rektorat UB. admin Post Views: 752

Apa manfaat permainan tradisional bersama teman teman?

Permainan tradisional memiliki beberapa keunggulan yaitu diantaranya Beberapa keunggulan permainan 1) mereka tidak membutuhkan biayayang banyak, 2) meningkatkan kreativitas anak, 3) mereka mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional anak-anak, 4) anak-anak semakin mengenal alam, 5) mereka membantu untuk mengajarkan

Related Post