Berita Bulutangkis Peralatan Olahraga Apa Manfaat Aktivitas Olahraga Bagi Remaja Dalam?

Apa Manfaat Aktivitas Olahraga Bagi Remaja Dalam?

Apa Manfaat Aktivitas Olahraga Bagi Remaja Dalam
Berapa lama intensitas olahraga yang disarankan untuk remaja? – Idealnya, lama waktu aktivitas fisik yang dianjurkan untuk remaja dalam satu hari adalah 60 menit. Namun olahraga seminggu sekali di sekolah saja tidak cukup, lho! Aktivitas fisik adalah kegiatan yang membutuhkan energi untuk menggerakkan tubuh dan otot-otot kerangka. Perlu diketahui, aktivitas fisik tidak sama dengan berolahraga.

  1. Olahraga adalah kegiatan terencana, terstruktur, dan berulang dengan tujuan yang spesifik, yaitu untuk melatih aspek kebugaran tertentu.
  2. Sementara itu, aktivitas fisik bisa berupa kegiatan apa pun seperti, bermain, atau membantu orangtua bersih-bersih rumah.
  3. Sesuai anjuran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak dan remaja yang berusia 5 sampai 17 tahun membutuhkan aktivitas fisik sebagai berikut:
  • Setidaknya 60 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga cukup berat setiap hari.
  • Beraktivitas fisik lebih dari 60 menit bisa memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan.
  • Melakukan aktivitas fisik yang melibatkan latihan penguatan tulang dan otot setidaknya 3 kali dalam seminggu.

Ada banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk membimbing dan setiap hari. Selain menjauhkan anak dari risiko berbagai penyakit berbahaya saat ia dewasa nanti, manfaat olahraga untuk remaja juga sudah terbukti membuat ia pintar dan berprestasi.

Apa manfaat aktivitas olahraga bagi remaja?

Pentingnya Aktivitas Fisik Anak Remaja Rabu, 10 Agustus 2022 09:23 WIB Apa Manfaat Aktivitas Olahraga Bagi Remaja Dalam 2396 Nyimas Sri Wahyuni, M.Kep,SP,Kep.A – RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Aktivitas fisik merupakan salah satu komponen yang berperan dalam penggunaan energi. Penggunaan energi tiap jenis aktivitas itu berbeda tergantung dari tipe, lamanya dan berat orang yang melakukan aktivitas tersebut. Semakin berat aktivitas, semakin lama waktunya dan semakin berat orang yang melakukannya maka energi yang dikeluarkan pun lebih banyak, akibatnya kebutuhan energi pun meningkat (Adityawarman, 2017). Energi yang diperoleh secara biokimia dari bahan makanan, berguna antara lain menyediakan energi untuk berkontraksi, memelihara tubuh, memperbaiki jaringan tubuh, mengatur reaksi kimia dalam sel, membentuk anti bodi dan lain-lain (Jaminah, 2018). Status gizi yang baik merupakan syarat utama yang harus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas fisik, agar kondisi fisik tetap sehat (Praditasari, 2018). Beberapa data cross-sectional menunjukkan adanya hubungan negatif antara BMI dan aktivitas fisik (Jaminah, 2018), yang menunjukkan bahwa orang obes atau gemuk mempunyai aktivitas kurang dibandingkan orang-orang yang ramping. Akan tetapi hubungan tersebut tidak bisa menggambarkan adanya hubungan sebab-akibat dan sulit untuk menentukan apakah orang obes mempunyai aktivitas fisik kurang oleh karena obesitasnya atau aktivitas fisik yang kurang menjadikan mereka obes. Namun demikian, beberapa hasil studi dengan rancangan penelitian lain menunjukkan bahwa rendahnya dan menurunnya aktivitas fisik merupakan faktor yang paling bertanggungjawab terjadinya obesitas. Studi prospektif lain menunjukkan bahwa dan aktivitas fisik yang rendah pada orang dewasa dapat dijadikan sebagai prediktor penting penambahan berat badan yang substansial (>5 kg) dalam 5 tahun kedepan (Praditasari, 2018). Seseorang yang senang berolahraga pada masa remaja akan membawa kebiasaan ini pada tingkat tertentu dimasa dewasa. Olahraga dapat menyebabkan asupan yang masuk ke dalam tubuh (Jaminah, 2018)). Semakin tinggi aktivitas olahraga, semakin tinggi pula jumlah energi yang dibutuhkan. Aktivitas yang berat akan berakibat banyaknya energi yang dikeluarkan. Bila pemasukkan energi kurang, maka tubuh akan memecah cadangan lemak untuk memenuhi kebutuhn energi tersebut sehingga lemak dalam tubuh akan berkurang. Hal ini akan terindikasi dari penurunan berat badan (Adityawarman,2017).

Praditasari. (2018) mengungkapkan aktivitas fisik terdiri dari 3 tingkatan sesuai dengan pengeluaran kalori, yaitu:Olahraga ringan: billiard, berlayar, golf, bowling, senam dan volly (rat-rata kalori yang keluar sebanyak 0,67 megajoule/jam)Olahraga sedang: bulutangkis, bersepeda, menari, berenang dan tennis (rata-rata kalori yang keluar sebanyak 1,26 megajoule/jam)Olahraga berat: tinju, basket, sepak bola, lari, mendayung (rat-rata kalori yang keluar sebanyak 1,76 megajoule/jam)

Remaja obes dalam kesehariannya mempunyai waktu untuk aktifitas ringan seperti baca buku, duduk-duduk, bermain play stasion, dan sebagainya lebih panjang (12,20 ± 1,94 jam/hr VS 11,36 ± 1,76 jam/hr) dibandingkan remaja non-obes. Sebaliknya remaja obes mempunyai waktu untuk melakukan aktivitas sedang atau berat seperti naik sepeda, sepak bola, basket dsb lebih pendek dibandingkan remaja non-obes.

Menurut WHO (1978) pola aktivitas fisik anak usia sekolah dibagi atas beberapa bagian yaitu: waktu tidur; waktu sekolah; waktu luang (disekolah); waktu luang (diluar sekolah); waktu mengerjakan tugas waktu melakukan perjalan ke sekolah; waktu olahraga. Kegiatan fisik dan olahraga secara teratur bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot, meningkatkan suplai darah ke hati, membantu mempertahankan kekuatan otot dan kelenturan tulang sendi serta memperlambat proses penuaan, membantu mengurangi kegelisahan dan tidur lebih nyenyak, membantu mengatur nafsu makan (Adityawarman, 2017).

Kegiatan fisik dan olahraga yang tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi dapat mengakibatkan berat badan berlebih atau kurang yang dapat mmeningkatnya resiko berkembangnya beberapa penyakit kronis seperti penyakit hati, tekanan darah tinggi dan diabetes (Jaminah, 2018)).

  1. Olahraga yang cukup dapat dilakukan dengan memenuhi prinsip FIT (Frequency, Intensity, dan Time).
  2. FIT yang baik adalah frekuensi 3 x seminggu dengan intensitas mencapai denyut nadi sebesar 70-85% dari denyut nadi maksimum yaitu angka 220 dikurangi umur dan dilakukan selama 20 menit.
  3. Berjalan, naik tangga, berkebun, kegiatan rumah tangga merupakan bagian dari kegiatan fisik yang dianjurkan.

Selain itu, menurut Depkes (2002) menjelaskan bahwa olahraga yang baik dilakukan dengan melihat intensitas latihan (frekuensi dan lama latihan). Latihan fisik olahraga dengan frekuensi 3 x seminggu dengan durasi waktu minimal 30 menit membantu untuk mempertahankan kesehatan fisik.

You might be interested:  Olahraga Apa Yang Bisa Membesarkan Bokong?

Referensi: Adityawarman. (2017). Hubungan antara aktivitas fisik dengan komposisi tubuh pada remaja. Jurnal Riset Gizi.3(1) Jaminah. (2018). Hubungan pengetahuan, aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak remaja perempuan. Jurnal Berkala Epidemiologi.6(2) Praditasari. (2018). Asupan lemak, aktivitas fisik dan kegemukan pada remaja putri di SMP Bina Insani Surabaya.

Jurnal Riset Gizi.5(4) ( DOC, PROMKES, RSMH) : Pentingnya Aktivitas Fisik Anak Remaja

Apa saja manfaat olahraga bagi usia remaja 14 17 tahun?

Usia remaja 11-21 tahun – Pada usia ini, anak sudah memasuki masa remaja. Olahraga juga membentuk otot dan meningkatkan kekuatan otot dan tulang serta mengurangi lemak tubuh sehingga menjaga kesehatan fisik. Selain itu, olahraga dapat mengurangi depresi, cemas, dan meningkatkan percaya diri dan keahlian.

Apa manfaat olahraga bagi remaja yang mengalami pubertas brainly?

Jawab: Membantu pembentukan sel otak yang baru, Meningkatkan stamina, Membantu pertumbuhan otot & tulang.

Apa manfaat aktivitas fisik dan olahraga?

Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang dilakukan secara sadar dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik mencakup semua aktivitas, dengan intensitas apa pun, yang dilakukan setiap saat. Aktifitas bergerak sangat penting karena dapat membantu dalam pencegahan sekaligus pengobatan penyakit.

Sehingga aktifitas bergerak dapat dijadikan untuk gaya hidup sehat. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. Beberapa contoh aktifitas fisik yang bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan seperti contohnya olahraga, berjalan, berenang, berlari, bersepeda, hingga latihan kardio.

Aktifitas fisik Tidak hanya terbatas pada olahraga tertentu saja, tetapi berbagai aktivitas rutin yang biasa dilakukan, seperti mengerjakan pekerjaan rumah ( memasak, menyapu, mengepel lantai dll). Aktifitas fisik tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh saja tapi bermanfaat pada kesehatan mental.

  1. Beberapa Manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan tubuh antara lain : 1.
  2. Mengontrol berat badan ideal Tak bisa dipungkiri, sudah pasti semua orang mendambakan untuk memiliki berat badan ideal,
  3. Arena dengan memiliki berat badan ideal akan membuat tubuh terasa lebih sehat dan bugar.
  4. Apabila kita kurang melakukan aktifitas bergerak pasti dapat mengakibatkan kenaikan berat badan atau kegemukan.

Banyak penelitian menunjukkan kaitan antara tubuh yang kurang gerak dengan kenaikan berat badan dan kegemukan. Sebaliknya, semakin banyak bergerak, maka semakin banyak manfaat aktivitas fisik yang dapat dirasakan. Salah satunya adalah metabolisme tubuh yang meningkat sehingga dapat menjaga berat badan tetap ideal.2.

Menurunkan risiko penyakit berbahaya Apabila tubuh yang kurang gerak dapat menyebabkan menumpuknya kalori dan timbunan lemak dalam tubuh. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko terkena berbagai macam penyakit berbahaya dan berakibat pada kematian. seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga stroke.

Aktivitas fisik dapat membantu meraih berat badan ideal sehingga menurunkan risiko berbagai penyakit berbahaya di kemudian hari. Tentunya hal ini harus dibarengi dengan gaya hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.3. Menjaga kesehatan tulang dan otot Mengkombinasikan asupan protein dengan jenis olahraga tertentu, misalnya angkat beban, dapat merangsang pembentukan otot.

  • Dengan latihan fisik tubuh akan melepaskan hormon yang dapat meningkatkan penyerapan asam amino oleh otot sehingga massa dan kekuatan otot terjaga.
  • Otot yang lemah akan menyebabkan mudah terkena cedera.
  • Selain itu, manfaat latihan fisik juga dapat meningkatkan kepadatan tulang sehingga dapat mencegah osteoporosis pada saat lanjut usia.4.

Menjaga kesehatan kulit Olahraga teratur dalam batas yang wajar dapat mendorong tubuh untuk menghasilkan antioksidan alami dan meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini dapat menjaga kesehatan sel kulit dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini.5. Menjaga kesehatan otak Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan detak jantung dan meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen pada otak.

  1. Hal ini mampu meningkatkan kinerja otak, meningkatkan kemampuan berpikir, dan mengingat.6.
  2. Meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh.
  3. Aktifitas fisik seperti olahraga teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi.
  4. Sel-sel kekebalan tubuh bekerja secara efektif dan meningkatkan aliran darah, dan peradangan, serta memperkuat antibodi.

Manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan mental antara lain 1. Mengurangi Kecemasan dan mengendalikan stress. Aktivitas fisik dapat memicu berbagai senyawa kimia otak yang dapat menurunkan perasaan gelisah. Serta dapat menimbulkan perasaan lebih bahagia dan rileks dengan melakukan beragam aktivitas fisik.2.

Meningkatkan rasa percaya diri Aktivitas fisik dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar dan sehat sehingga tampak lebih menarik. Tentunya, hal ini menumbuhkan serta meningkatkan rasa percaya diri dan lebih menghargai diri sendiri. Aktifitas fisik seperti berolahraga sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur serta berkelanjutan.

Pilihlah jenis olah raga yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita masing-masing. Sehingga dengan melakukan aktifitas fisik yang baik dan benar, pasti akan memperoleh berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Dan jangan Konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi medis tertentu, sebelum mulai melakukan berbagai aktivitas fisik.

Bagaimana aktivitas fisik untuk remaja?

Aktivitas yang Bisa Dilakukan Bersama Remaja – Salah satu aktivitas fisik yang baik dilakukan dan dianjurkan untuk remaja adalah berolahraga, Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu. Ayah dan ibu bisa mengajak remaja untuk melakukan olahraga ringan bersama.

Selain baik untuk kesehatan fisik dan mental, hal ini juga bisa membangun kedekatan antara orangtua dan anak. Secara umum, remaja disarankan untuk aktif berolahraga setidaknya 30 menit hingga 60 menit sehari. Akan sangat baik jika hal ini dilakukan secara rutin setiap hari. Namun, 30 menit selama 3 hari dalam satu minggu pun sebenarnya sudah cukup.

Berolahraga secara berlebihan justru dikhawatirkan bisa memicu hal lain yang tidak diinginkan, misalnya cedera atau anak menghabiskan waktu hanya untuk berolahraga. Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Tantangannya, bagaimana orangtua bisa mengajak dan membuat remaja mau untuk melakukan aktivitas fisik.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan memberi motivasi dan menjadi contoh nyata bagi anak. Selain itu, pilih waktu yang tepat untuk berolahraga dan cari tahu jenis aktivitas yang disukai oleh anak. Baca juga: Obesitas pada Remaja Bisa Sebabkan Masalah Mental Jika Si Kecil merasa enggan untuk berolahraga, jangan khawatir.

Masih ada banyak aktivitas fisik lain yang bisa dilakukan. Berikut beberapa aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk remaja agar selalu sehat!

You might be interested:  Apa Itu Var Dalam Sepak Bola?

Mencuci mobil atau motor, biasanya dilakukan selama 45 hingga 60 menit. Mengepel rumah dan membersihkan jendela, dilakukan selama 45 hingga 60 menit. Bermain bola voli, dilakukan selama 45 menit. Bermain sepak bola atau futsal, lakukan selama 30 sampai 45 menit. Berkebun atau bercocok tanam, selama 30 hingga 45 menit. Berjalan kaki, minimal 35 menit. Bermain bola basket, selama 30 menit. Bersepeda, selama 30 menit. Menari atau melakukan zumba, selama 30 menit. Berenang, lakukan setidaknya 20 menit. Olahraga air atau aerobik air, selama 30 menit. Lompat tali, minimal 15 menit. Berlari keliling taman atau rumah, lakukan setidaknya 15 menit.

Selain aktivitas-aktivitas di atas, ayah dan ibu bisa mencari ide lain untuk mengajak remaja bergerak. Tidak harus selalu olahraga, membersihkan rumah atau sekadar mengajak jalan hewan peliharaan juga bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Apa Manfaat Aktivitas Olahraga Bagi Remaja Dalam

Kenapa aktivitas fisik itu penting untuk kesehatan remaja brainly?

1.) kenapa aktivitas fisik itu penting untuk kesehatan remaja ? 2.)jelaskan manfaat olahraga bagi Jawaban: 1.Manfaat olahraga untuk remaja Selain membantu pertumbuhan tulang dan otot serta meningkatkan stamina, olahraga untuk remaja juga menyehatkan otak.

  • Aliran darah yang lancar menuju otak akan mencegah terjadinya kerusakan sel otak.
  • Di saat yang bersamaan, membantu pembentukan sel otak yang baru 2.Apa manfaat olahraga bagi kesehatan mental? Manfaat Olahraga untuk Menjaga Kesehatan Mental dan jiwa -meredakan kecemasan.
  • Memperbaiki suasana hati.
  • Mendongkrak rasa percaya diri.

Meningkatkan konsentrasi dan fokus -Selain mengatasi stres, olahraga juga dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Karena, aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar endorfin, yaitu hormon bahagia yang diproduksi oleh otak dan sumsum tulang.3.Karena Olahrga membuat tubuh sehat dan imune kita pun meningkat dan terhindar dari penyakit 4.(Maaf jawaban no.4 kurang bisa dimengerti/kurang jelas)

5.memanfaatkan teknologi di dalam melakukan kegiatan olahragacara memanfaatkan denga cara bila ada gerakan dalam olahraga yag tidak kita ketahui bisa kita lihat di youtube ataupun google bagaimana cara melakukannya Penjelasan:

: 1.) kenapa aktivitas fisik itu penting untuk kesehatan remaja ? 2.)jelaskan manfaat olahraga bagi

Apa manfaat olahraga bagi pertumbuhan perkembangan dan mental?

6. Meningkatkan Fungsi dan Kerja Otak – Manfaat olahraga untuk kesehatan mental bisa meningkatkan fungsi dan kerja otak. Sebuah studi menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan produksi zat kimia di otak bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

Apakah anak usia 15 tahun bisa latihan beban?

Latihan beban tidaklah berbahaya, termasuk bagi remaja, dengan syarat bahwa latihan ini dilakukan di bawah pengawasan dan instruksi oleh tenaga ahli (instruktur/pelatih).

Mengapa anak harus olahraga?

Manfaat olahraga untuk anak memang banyak sekali. Diantaranya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan tulang, mencegah obesitas, menjaga kesehatan jantung, melatih kekuatan otot, dan melatih koordinasi, bahkan juga untuk meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat anak.

Bahkan, manfaat olahraga juga berhubungan dengan kesehatan mental anak. Misalnya mencegah depresi, mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat anak merasa gembira. Panduan WHO menyebutkan bahwa anak-anak sebaiknya melakukan aktivitas fisik tingkat sedang sampai tinggi setidaknya 30-60 menit setiap hari.

Karena manfaat olahraga yang sudah disebutkan di atas, maka anak perlu tetap aktif bergerak dan berolahraga saat sedang di rumah saja seperti sekarang. Peneliti dari University of Strathclyde menyarankan supaya aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas anak di rumah.

Berolahraga di halaman rumah

Jika rumah Ibu memiliki halaman, Ibu dapat memanfaatkan ruang terbuka itu untuk melakukan berbagai jenis olahraga anak. Misalnya bermain bola, kejar-kejaran, senam, dan lain sebagainya. Melakukan olahraga di tempat terbuka di rumah, apalagi di pagi hari juga dapat mengaktifkanvitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

Olahraga menggunakan video atau aplikasi

Banyak video olahraga yang dapat Ibu cari di internet untuk diikuti oleh anak. Pilihannya beragam sehingga anak tidak bosan dan biasanya diiringi dnegan musik gembira yang membuat anak makin bersemangat. Ibu tinggal mencari video olahraga yang sesuai usia anak. Supaya lebih seru, Ibu juga bisa ikut berolahraga bersama anak, lho.

Yoga anak

Yoga adalah jenis olahraga yang dapat dengan mudah dilakukan di dalam rumah. Manfaat olahraga yoga bagi anak antara lain ia dapat belajar mengatur nafas, melatih koordinasi, melatih gerakan peregangan, keseimbangan, melatih otot, dan dapat membuatnya merasa lebih rileks.

Perlombaan di akhir pekan

Sebagai pengganti jalan-jalan di akhir pekan, Ibu dapat merancang berbagai perlombaan untuk dilakukan di rumah bersama seluruh anggota keluarga. Pilih kegiatan yang mendorong anak melakukan aktivitas fisik sehingga ia dapat sambil bermain sekaligus berolahraga.

Bukan hanya anak, Ayah dan Ibu pasti akan aktif bergerak dan berkeringat setelah aktivitas lomba berakhir. Seru, kan? Walaupun mungkin banyak jenis olahraga anak yang saat ini belum bisa dilakukan, tetapi masih banyak pilihan aktivitas fisik lain untuk membantu anak tetap sehat. Melompat, merangkak, melempar bola, bahkan menari, semuanya merupakan aktivitas fisik yang bisa dilakukan oleh Ibu dan anak selama di rumah saja.

Yuk, aktif bergerak! Sumber: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3636266/6-manfaat-olahraga-untuk-tumbuh-kembang-anak https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/manfaat-olahraga-untuk-anak-psikologis/#gref https://www.consumeraffairs.com/news/physical-activity-should-be-part-of-kids-quarantine-routine-050120.html https://economictimes.indiatimes.com/magazines/panache/lockdown-making-your-children-restless-work-out-with-them/articleshow/75708358.cms https://connect.uclahealth.org/2020/04/17/5-in-the-house-fitness-ideas-during-quarantine/ https://ptsmc.com/kids-activities/ https://www.independent.co.uk/health_and_wellbeing/lockdown-children-teenagers-exercise-health-a9515011.html

Bagaimana perkembangan pada masa remaja saat mengalami pubertas?

Fase Perkembangan Psikis pada Masa Pubertas, Berikut Penjelasannya | merdeka.com Apa Manfaat Aktivitas Olahraga Bagi Remaja Dalam Ilustrasi remaja olahraga. ©Shutterstock.com/2xSamara.com Merdeka.com – Pendekatan modern terhadap perubahan dan perkembangan psikis pada masa pubertas didasarkan pada konsep tugas perkembangan dengan cara yang sesuai dengan usia dan sesuai tahapan. Perkembangan kognitif dan psikososial pada remaja pada dasarnya bervariasi antar individu.

  • Proses biologis dapat memengaruhi keadaan psikologis dan psikososial individu, tetapi peristiwa psikologis dan psikososial juga dapat memengaruhi sistem biologis.
  • Oleh karena itu, waktu dan hasil dari proses dapat dimodifikasi oleh faktor psikososial.
  • Fase perkembangan psikis pada masa pubertas yang paling penting adalah munculnya pemikiran abstrak, tumbuhnya kemampuan menyerap cara pandang atau sudut pandang orang lain, meningkatnya kemampuan introspeksi, berkembangnya identitas pribadi dan seksual, pembentukan sistem nilai, dan masih banyak lagi.

Ketidaksinkronan antara perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial dapat membatasi kemampuan remaja untuk memahami dan menilai risiko secara efektif dan dapat mengakibatkan pandangan remaja yang tidak sesuai dengan orang tua atau wali. Dokter anak dapat membantu remaja untuk bertransisi melalui periode perkembangan yang penting ini sekaligus memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat kepada orang tua.

  • Memahami ide-ide abstrak. Ini termasuk memahami konsep matematika yang lebih tinggi, dan mengembangkan filosofi moral, termasuk hak dan hak istimewa.
  • Membangun dan memelihara hubungan yang memuaskan. Remaja akan belajar berbagi keintiman tanpa merasa khawatir atau terhambat.
  • Bergerak menuju rasa yang lebih dewasa dari diri dan tujuan mereka sendiri.
  • Mulai mempertanyakan nilai-nilai lama tanpa kehilangan identitasnya.
You might be interested:  Apa Arti Blunder Dalam Sepak Bola?

Secara fisik, masa remaja dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 19 atau 20 tahun. Secara intelektual, masa remaja adalah periode ketika individu menjadi mampu merumuskan hipotesis atau proposisi secara sistematis, mengujinya, dan membuat evaluasi yang rasional.

Pemikiran formal remaja dan orang dewasa cenderung bersifat deduktif, rasional, dan sistematis. Secara emosional, masa remaja adalah masa ketika individu belajar untuk mengontrol dan mengarahkan dorongan seks mereka dan mulai membangun peran dan hubungan seksual mereka sendiri. Dekade kedua kehidupan juga merupakan saat ketika individu mengurangi ketergantungan emosional (jika bukan fisik) pada orang tua mereka dan mengembangkan seperangkat nilai yang matang dan pengarahan diri yang bertanggung jawab.3 dari 4 halaman Melansir dari buku 1001 Cara Bicara Orang Tua dari BkkbN dan John Hopkins Center for Communication Programs, dijelaskan bahwa pada fase awal anak mengalami pubertas, mereka cenderung lebih tertarik pada keadaan yang terjadi saat ini dibandingkan dengan apa yang menanti di masa depan.

Perkembangan psikis pada masa pubertas memang tak bisa dihindari. Untuk itu, Anda sebagai orangtua harus memahami tahapan dan juga cara mengatasinya dengan baik dan benar, guna kelangsungan hubungan emosional Anda dan anak di masa yang akan datang. Berikut adalah 9 fase perkembangan psikis pada masa pubertas;

  1. Mengalami krisis identitas
  2. Merasa bingung dengan keadaan dan emosi dari diri sendiri
  3. Meningkatnya kemampuan verbal untuk mengekspresikan diri
  4. Mendapat pengaruh besar dari kelompok sebaya terhadap hobi dan cara berpakaian
  5. Berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua, bahkan terkadang beberapa anak mengembangkan perilaku kasar
  6. Cenderung berlaku kekanakan
  7. Berani menunjukkan kesalahan orang tua
  8. Merasakan pentingnya kehadiran teman dekat
  9. Mencari orang lain untuk disayangi selain orang tua

4 dari 4 halaman Melansir dari who.int, terkait dengan perubahan hormonal dan perkembangan saraf yang terjadi adalah perubahan psikososial dan emosional, dan juga peningkatan kapasitas kognitif serta intelektual. Selama dekade kedua, remaja mengembangkan keterampilan penalaran yang lebih kuat, pemikiran logis dan moral, dan menjadi lebih mampu berpikir abstrak dan membuat penilaian rasional.

Selain itu, mereka lebih mampu mempertimbangkan perspektif orang lain dan sering ingin melakukan sesuatu tentang masalah sosial yang mereka hadapi dalam hidup mereka. Pada saat yang sama, remaja sedang mengembangkan dan mengonsolidasikan rasa diri mereka. Dengan meningkatnya identitas diri ini, termasuk perkembangan identitas seksual mereka, muncul kekhawatiran tentang pendapat orang lain, terutama pendapat rekan-rekan mereka.

Selain itu, remaja menginginkan kemandirian dan tanggung jawab yang lebih besar. Mereka semakin ingin menegaskan lebih banyak otonomi atas keputusan, emosi dan tindakan mereka dan untuk melepaskan diri dari kontrol orang tua. Lingkungan sosial dan budaya mereka secara penting mempengaruhi bagaimana remaja mengekspresikan keinginan untuk otonomi ini.

Andi mengalami masa pubertas pada usia 15 tahun anak pada usia 13 tahun sedangkan kita pada usia 14 tahun apa kesimpulan dari permasalahan yang disajikan?

Andi mengalami masa pubertas pada usia 15 tahun, Riana pada usia 13 tahun, sedangkan Tito pada usia Kesimpulan dari permasalahan tersebut yaitu masing-masing anak mengalami masa puber yang berbeda-beda. Masa puber terjadi pada rentang usia 10-16 tahun. Pada anak perempuan biasanya masa puber terjadi pada usia 10 atau 11 tahun. Pada anak laki-laki biasanya dimulai pada usia 12 tahun.

Mengapa kita harus melakukan olahraga secara teratur?

5 Alasan Penting Berolahraga Setiap berolahraga, Anda memperkuat satu otot utama di dalam tubuh Anda yakni jantung. Faktanya, menurut laporan yang dirilis oleh U.S. Surgeon General’s Report on Physical Activity and Health, individu yang tidak aktif berolahraga akan berisiko mengalami penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif.

  • Hal ini membuktikan bahwa olahraga sangat penting untuk mencegah penyakit jantung.
  • Namun bagaimana berolahraga bisa menjaga jantung kita tetap sehat? Berikut 5 alasan kenapa berolahraga dapat mendukung jantung kita tetap sehat: 1.
  • Menurunkan tekanan darah Menurut World Health Organization (WHO), olahraga aerobik merupakan jenis latihan fisik yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Latihan aerobik bersifat repetitif dan ritmik serta menggunakan jenis otot yang besar seperti otot kaki, bahu, dan lengan. Beberapa contoh latihan aerobik yang dapat Anda praktikkan antara lain renang, jalan santai, jogging, atau Zumba.2. Meningkatkan produksi oksigen tubuh Berolahraga memperkuat otot sehingga meningkatkan kemampuan otot untuk menghasilkan oksigen di dalam sirkulasi darah.

  • Dengan cara ini, jantung bekerja lebih efisien untuk memompa darah ke seluruh tubuh.3.
  • Menjaga berat badan tetap ideal Dengan berolahraga, Anda tentu saja akan membakar kalori.
  • Olahraga aerobik menimbulkan defisit kalori, sedangkan olahraga ketahanan meningkatkan massa otot.
  • Olahraga yang dikombinasikan dengan pola makan seimbang akan membantu menjaga berat badan dan kadar kolesterol darah Anda tetap ideal.4.

Mengurangi Stres Suasana tegang yang disebabkan stres terus menerus dapat memicu tekanan darah tinggi. Berolahraga dapat meningkatkan mood dan percaya diri sehingga bermanfaat baik untuk mengendalikan stres.5. Meningkatkan Kadar Kolesterol Baik High-density lipoprotein (HDL) atau yang biasa dikenal dengan sebutan kolesterol baik membantu membersihkan pembuluh darah dari kolesterol jahat berlebih.

  • Olesterol berlebih tersebut akan dipindahkan ke hati dimana akan melalui proses metabolisme.
  • Hal ini mengurangi risiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.
  • Penelitian terkini yang dilakukan peneliti Jepang menemukan bahwa berolahraga aktif selama 3-4 kali seminggu minimal 20 menit per sesi dapat meningkatkan kadar HDL darah.

Jadi, lakukan olahraga yang Anda suka yang bermanfaat baik bagi kesehatan Jantung Anda. Bisa dengan berjalan santai, jogging, bersepeda, zumba, berenang, dan apa saja yang memicu jantung tetap aktif bergerak. Semua hal itu akan berdampak positif terhadap kesehatan dan kebahagiaan Anda kini dan nanti.

Related Post